YANG DIKEJAR AKAN LARI
---------------------------
Tadi sebelum makan sahur, saya tertarik untuk mengambil satu buku di rak buku saya. Judulnya "Follow Your Heart" karya Andrew Matthews. Sebagaimana karya Andrew Matthews yang lain, hampir semua tulisannya menarik untuk dibaca..
Kali ini saya ingin membahas tentang salah satu kalimat yang ia tuliskan di awal bab keempat, "Ketika Anda mengejar segala hal, mereka melarikan diri. Ini berlaku bagi hewan, kekasih,
bahkan uang!".
Menurut saya ini menarik. Ketika kita terlalu berambisi untuk memiliki sesuatu, mereka justru sulit sekali untuk kita raih. Saya percaya bahwa ini bukan fakta yang terjadi 100 % pada kehidupan, hanya saja ini sebuah kesimpulan yang ditarik
oleh penulis terhadap banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan pribadinya serta orang lain yang diamatinya..
Mungkin kita pernah menghadapi situasi ini. Anda baru saja lulus kuliah. Lantas anda mengirimkan surat lamaran ke perusahaan A, B, C, dan seterusnya. Anda ingin sekali segera bekerja. Setiap hari anda tak mau jauh dari HP sedetik pun.
Bahkan ke kamar mandi anda bawa HP. Anda sangat menunggu panggilan test dari HRD perusahaan.. Apa yang terjadi? Tiba-tiba saja hari itu banyak pesan dan panggilan yang masuk. Dari siapa? Bisa dari kawan, saudara, bahkan dari operator seluler. Bukan dari orang yang sangat anda tunggu-tunggu..
Setelah berhari-hari anda menunggu tapi tidak ada kabar apapun, akhirnya anda menyerah dan pasrah, "Ya udah lah,
mungkin masih belum rezeki." Setelah itu apa yang terjadi? Tiba-tiba saja banyak sekali panggilan test kerja yang masuk ke anda..
Mungkin pernah juga anda menghadapi situasi ini. Anda sudah lulus kuliah, sudah kerja, sudah punya penghasilan yang mapan. Sehingga anda merasa sudah waktunya untuk menikah. Anda sudah tak kuat dengan pertanyaan, "Kapan
nikah?" dari orang-orang di sekeliling anda. Anda ingin sekali lebaran tahun ini anda bisa menikmati hari kemenangan karena sudah terbebas dari pertanyaan tak berperikejombloan itu..
Akhirnya anda berupaya keras untuk mencari pendamping hidup. Apa yang terjadi? Semuanya gagal. Tiba-tiba saja semua orang seperti menghindar. Dulu saat belum siap nikah, kayakny banyak yang siap dinikahi. Saat udah merasa siap kok malah seolah menghindar..
Setelah bertahun-tahun mengalami kegagalan dalam menjalin hubungan, akhirnya anda pun pasrah, "Ya udah, kalau emang jodoh nggak akan kemana." Setelah itu apa yang terjadi? Tiba-tiba saja mereka berdatangan entah
darimana..
Mungkin ada yang sudah nikah bertahun-tahun tapi belum juga dikaruniai anak. Tiap bulan nangis karena sangat
mendambakan kehadiran buah hati. Apa yg terjadi? Sang istri tak kunjubg hamil. . Akhirnya pasrah, "Kalau Allah
berkehendak, siapa yang bisa nolak". Tak lama, buah hati itu pun dikaruniakan oleh-Nya..
Tujuh tahun yang lalu saya pernah menulis naskah. Saya sangat berambisi untuk segera menerbitkan naskah itu
menjadi buku yang beredar di toko buku. Saya membayangkan betapa keren nama saya terpampang di cover buku. Tiap hari saya mencari penerbit yang mau nerima naskah saya. Apa yang terjadi? Hampir semua diantara mereka menolaknya. Bahkan ada yang tak merespon sama
sekali..
Akhirnya saya menyerah, pasrah. Sejak saat itu saya lantas menulis di blog pribadi. Hampir tiap hari sharing tentang
apa saja di blog itu. Apa yang terjadi? Tulisan di blog itu yang justru diterbitkan, bahkan menjadi buku best seller hingga hari ini..
Bukankah banyak yang mengejar uang, bekerja keras siang malam untuk mengumpulkan sebanyak mungkin penghasilan, hingga mengabaikan karunia Allah yang lain: keluarga, persahabatan, kesehatan, waktu luang, bahkan lupa kewajiban ibadah kepada-Nya..
Padahal ketika kita bekerja dengan tenang, diniatkan pekerjaan itu untuk menebar manfaat, lalu menjaga hubungan baik dengan sahabat, keluarga, dan orang-orang sekitar.
Kemudian tiap saat kita tak pernah mengabaikan kewajiban kita, sholat, puasa, zakat. Tiap pagi kita bersyukur atas karunia Allah berupa kesehatan. Kita melakukan itu semua tidak begitu berambisi untuk memburu uang. Apa yang lantas terjadi? Uang begitu mudah hadir dalam hidup anda, seolah uang yang terus mendekat ke anda..
Apa hikmah yang bisa kita petik?.
Ya, fenomena di atas mungkin sering kita lihat, bahkan sering juga kita rasakan sendiri. Dari sana kita bisa belajar, bahwa kita diperkenankan untuk bermimpi, tapi jangan terlalu berambisi. Kita diperbolehkan berharap pada Tuhan,
tapi jangan memaksa Tuhan untuk mengabulkan keinginan kita. Kita disarankan untuk memiliki tekad yang tinggi, tapi jangan lantas mengejar sesuatu hingga mengabaikan hal-hal
penting lainnya..
Percayalah bahwa dalam hidup, ada perintah bertawakkal. Itu mengajarkan pada kita, bahwa sebenarnya sekuat apapun kita menginginkan sesuatu, sehebat apapun usaha kita untuk
mengejarnya, setekun apapun kerja keras kita untuk meraih suatu hal, sebenarnya bukan kita penentu berhasil tidaknya. Tetap Allah-lah penentu segalanya. Ketika kita berikhtiar
semampu kita, lantas memasrahkan segalanya kepada Allah, justru saat itulah Allah mencukupi yang kita harapkan..
"..Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Q.S Ath-Thalaaq:3)
Tuesday, 4 August 2015
ilmu matematika dalam realita hidup
Ilmu MATEMATIKA dlm realita hidup..
1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?
2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?
3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR thd sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR thd sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH thd sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya:
+ x – = -
– x + = -
3. Mengatakan SALAH thd sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya:
– x – = +
Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti/exact, yg bs kita ambil sebagai Pelajaran Hidup.
Untuk matematika pembagian, adalah sbb:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).
Maknanya adalah:
- Kalau kita melakukan perbuatan baik, spt sedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, mk semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).
Tetapi ketika kita melakukannya dgn Ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, maka hasilnya akan "Tak Terhingga" yang artinya Allah SWT akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga (Penuh Keberkahan)
✔ Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Allah memperbaiki keadaanmu
✔ Ketika engkau menginginkan kebaikan utk org lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tidak engkau kira
✔ Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, Allah menjadikan orang lain membahagiakan kita
✔ Maka carilah selaluj celah untuk "memberi", bukan "mengambil"
✔ Setiap kali engkau memberi, maka di saat itulah engkau diberi (oleh Allah) tanpa engkau meminta
Semoga bermanfaat...
1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?
2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?
3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR thd sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR thd sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH thd sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya:
+ x – = -
– x + = -
3. Mengatakan SALAH thd sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya:
– x – = +
Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti/exact, yg bs kita ambil sebagai Pelajaran Hidup.
Untuk matematika pembagian, adalah sbb:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).
Maknanya adalah:
- Kalau kita melakukan perbuatan baik, spt sedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, mk semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).
Tetapi ketika kita melakukannya dgn Ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, maka hasilnya akan "Tak Terhingga" yang artinya Allah SWT akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga (Penuh Keberkahan)
✔ Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Allah memperbaiki keadaanmu
✔ Ketika engkau menginginkan kebaikan utk org lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tidak engkau kira
✔ Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, Allah menjadikan orang lain membahagiakan kita
✔ Maka carilah selaluj celah untuk "memberi", bukan "mengambil"
✔ Setiap kali engkau memberi, maka di saat itulah engkau diberi (oleh Allah) tanpa engkau meminta
Semoga bermanfaat...
kisah seorang anak bersama ayahnya
๐ Kisah seorang Ayah bersama Anaknya ๐
๐พSeorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini, ia baru duduk di kelas 3 SD. untuk mengatur uang jajannya...
๐พSang anak diberi uang Rp. 30.000 perminggu (termasuk ongkos ojek). Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah...
๐พPada Ahad pagi mereka berdua hendak jalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan. Sebelum berangkat., tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya...
๐พDi tengah keasyikan sang ayah dan anaknya menikmati hari libur mereka, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yang telah tua renta sambil memelas...
Tak tega melihat sang kakek tua yang memelas itu, sang anak dengan sigap langsung mengeluarkan 3 lembar uang Rp10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya...
๐พKontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya ini...
๐พSetelah si kakek tua berlalu, sang ayah bertanya:
“Sayang..., kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu...??? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam...???”
๐พ“Ayaaah... kalau kakek tua itu ikhlas menerima yang sedikit, maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar...!” Jawab anaknya dengan wajah tersenyum...
๐พ“Tek..!!!” Hati sang ayah langsung tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.
“Nah...! terus uang jajanmu untuk seminggu ke depan bagaimana...?” Tanya sang ayah mencoba mengujinya.
๐พ“Kan aku masih punya ayah dan bunda..!!!
Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini...!” balas anaknya...
๐พ“Kenapa kamu begitu yakin kalau ayah dan bunda akan mengganti uang jajanmu...? Ayah nggak janji loh...!?” Kembali sang ayah mengujinya...
“Kalau ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan bunda..., maka aku sangat yakin ayah dan bunda tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu...” jawab sang anak mantap...
๐พSeakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia kehabisan kata-kata... Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti sedang berhadapan dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada di hadapannya..!
❤❤❤MASYA ALLAH...
๐พLalu... ia berjongkok dan memegang kedua pundak buah hatinya itu...
“Sayang… ayah dan bunda janji akan selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah Ta'ala tetapkan batas umur ini... Ayah sangat sayang padamu naaak...” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru...
๐พSambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak pun membalas,
“Ayah tak perlu berkata seperti itu... Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku...!
Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan bunda...! Dan aku tidak akan membiarkan ayah dan bunda hidup di jalanan seperti kakek tua itu...!!!”
๐พDan airmata sang ayah pun tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya itu... Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat...
Dan keduanya larut dalam haru dan kasih sayang...
❤Kapankah kurikulum kita bisa menghasilkan mental anak yang seperti ini???
Semoga kita terinspirasi dari cuplikan kisah ini, dan bermanfaat bagi kita sekalian... Amiin.
Untuk melipat gandakan hikmah dan manfaatnya, dipersilakan membagi dengan saudara dan teman lainnya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
๐พSeorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini, ia baru duduk di kelas 3 SD. untuk mengatur uang jajannya...
๐พSang anak diberi uang Rp. 30.000 perminggu (termasuk ongkos ojek). Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah...
๐พPada Ahad pagi mereka berdua hendak jalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan. Sebelum berangkat., tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya...
๐พDi tengah keasyikan sang ayah dan anaknya menikmati hari libur mereka, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yang telah tua renta sambil memelas...
Tak tega melihat sang kakek tua yang memelas itu, sang anak dengan sigap langsung mengeluarkan 3 lembar uang Rp10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya...
๐พKontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya ini...
๐พSetelah si kakek tua berlalu, sang ayah bertanya:
“Sayang..., kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu...??? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam...???”
๐พ“Ayaaah... kalau kakek tua itu ikhlas menerima yang sedikit, maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar...!” Jawab anaknya dengan wajah tersenyum...
๐พ“Tek..!!!” Hati sang ayah langsung tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.
“Nah...! terus uang jajanmu untuk seminggu ke depan bagaimana...?” Tanya sang ayah mencoba mengujinya.
๐พ“Kan aku masih punya ayah dan bunda..!!!
Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini...!” balas anaknya...
๐พ“Kenapa kamu begitu yakin kalau ayah dan bunda akan mengganti uang jajanmu...? Ayah nggak janji loh...!?” Kembali sang ayah mengujinya...
“Kalau ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan bunda..., maka aku sangat yakin ayah dan bunda tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu...” jawab sang anak mantap...
๐พSeakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia kehabisan kata-kata... Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti sedang berhadapan dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada di hadapannya..!
❤❤❤MASYA ALLAH...
๐พLalu... ia berjongkok dan memegang kedua pundak buah hatinya itu...
“Sayang… ayah dan bunda janji akan selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah Ta'ala tetapkan batas umur ini... Ayah sangat sayang padamu naaak...” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru...
๐พSambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak pun membalas,
“Ayah tak perlu berkata seperti itu... Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku...!
Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan bunda...! Dan aku tidak akan membiarkan ayah dan bunda hidup di jalanan seperti kakek tua itu...!!!”
๐พDan airmata sang ayah pun tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya itu... Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat...
Dan keduanya larut dalam haru dan kasih sayang...
❤Kapankah kurikulum kita bisa menghasilkan mental anak yang seperti ini???
Semoga kita terinspirasi dari cuplikan kisah ini, dan bermanfaat bagi kita sekalian... Amiin.
Untuk melipat gandakan hikmah dan manfaatnya, dipersilakan membagi dengan saudara dan teman lainnya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
untuk para pencari nafkah
Untukmu Para Pencari Nafkah Keluarga
๐"Mungkin kau tak tahu dimana rizqimu. Tapi rizqimu tahu dimana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.
✏Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi
mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.
✏Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karuniaNya.
✏Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.
✏Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi
angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya (mati).
✏Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita.
✏Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya. Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.
✏Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya!!
✏Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan. Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugas kita cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.
✏Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga
sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, "Buat apa?"
Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab & haramnya akan diadzab.
✏Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim"; petunjuk ke jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat. Bukan jalannya orang yg terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat.
๐Maka segala puji hanya bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah maka kesempurnaan menjadi paripurna".
Semoga bermanfaat.
๐"Mungkin kau tak tahu dimana rizqimu. Tapi rizqimu tahu dimana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.
✏Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi
mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.
✏Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karuniaNya.
✏Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.
✏Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi
angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya (mati).
✏Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita.
✏Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya. Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.
✏Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya!!
✏Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan. Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugas kita cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.
✏Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga
sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, "Buat apa?"
Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab & haramnya akan diadzab.
✏Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim"; petunjuk ke jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat. Bukan jalannya orang yg terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat.
๐Maka segala puji hanya bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah maka kesempurnaan menjadi paripurna".
Semoga bermanfaat.
hadiah untuk sahabtku
Assalamu'alaikum wr wbt, Bismillah...
Hadiah untuk Sahabat-sahabatku yang yang kucintai karena Allah,
════════
Berkata Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat"
══════════
Berkata Imam Syafi'i:
" Apabila kalian memiliki teman - yg membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah"
══════════
Berkata Al Hasan Al Bashri:
" Sahabat2 kami lebih kami cintai daripada keluarga dan anak2 kami, karena keluarga kami mengingatkan kami pada dunia, sedangkan sahabat2 kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagian sifat mereka adalah : itsar (mendahulukan orang lain dalam perkara dunia)
═════๐ ๐ ═════
๐ Berkata Luqman Al hakim pada anaknya:
" Wahai anak ku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkau duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu"
═════๐ ๐ ═════
๐ Ketika Imam Ahmad rahimahullah sakit, sampai terbaring di tempat tidurnya, sahabat beliau, Imam Syafi'i rahimahullah menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafii melihat sahabatnya sakit keras, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit karenanya. Maka ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan diri untuk menjenguk Imam Syafi'i. Ketika beliau melihat Imam Syafi'i beliau berkata:
Kekasihku sakit, dan aku
menjenguknya
Maka aku ikut menjadi sakit
karenanya
Kekasihku telah sembuh dan ia
menjengukku
Maka aku menjadi sembuh
setelah melihatnya
═════๐ ๐๐ ═════
๐ Ya Allah berikan kepada kami sahabat sahabat yang sholih
๐ Allah berfirman :
: {ูุณูู ุงูุฐูู ุงุชููุง ุฑุจูู ุฅูู ุงูุฌูุฉ ุฒู ุฑุง} .
Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini: "Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk surga bersama sama dengan sahabatnya"
๐ฟ Aku memohon kepada Allah, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surgaNya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin
⌣ ┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣
Hadiah untuk Sahabat-sahabatku yang yang kucintai karena Allah,
════════
Berkata Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat"
══════════
Berkata Imam Syafi'i:
" Apabila kalian memiliki teman - yg membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah"
══════════
Berkata Al Hasan Al Bashri:
" Sahabat2 kami lebih kami cintai daripada keluarga dan anak2 kami, karena keluarga kami mengingatkan kami pada dunia, sedangkan sahabat2 kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagian sifat mereka adalah : itsar (mendahulukan orang lain dalam perkara dunia)
═════๐ ๐ ═════
๐ Berkata Luqman Al hakim pada anaknya:
" Wahai anak ku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkau duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu"
═════๐ ๐ ═════
๐ Ketika Imam Ahmad rahimahullah sakit, sampai terbaring di tempat tidurnya, sahabat beliau, Imam Syafi'i rahimahullah menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafii melihat sahabatnya sakit keras, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit karenanya. Maka ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan diri untuk menjenguk Imam Syafi'i. Ketika beliau melihat Imam Syafi'i beliau berkata:
Kekasihku sakit, dan aku
menjenguknya
Maka aku ikut menjadi sakit
karenanya
Kekasihku telah sembuh dan ia
menjengukku
Maka aku menjadi sembuh
setelah melihatnya
═════๐ ๐๐ ═════
๐ Ya Allah berikan kepada kami sahabat sahabat yang sholih
๐ Allah berfirman :
: {ูุณูู ุงูุฐูู ุงุชููุง ุฑุจูู ุฅูู ุงูุฌูุฉ ุฒู ุฑุง} .
Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini: "Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk surga bersama sama dengan sahabatnya"
๐ฟ Aku memohon kepada Allah, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surgaNya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin
⌣ ┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣
CARA MENDIDIK ANAK
Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’
Oleh: thasya sugito
Ceritanya, april yang lalu, saya berkesempatan berada sepanggung dengan beberapa ibu hebat, dalam sebuah seminar parenting yang temanya adalah ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’. Para ibu hebat itu adalah:Ibu Siti Oded (Istri wakil walikota Bandung), Bunda Ria Mulianti (Istrinya Kak Eka Wardhana-Rumah Pensil Publisher), dan Teh Ninih Muthmainnah (Istri Aa Gym).
Masya Allah…
Bunda Ria Mulianti…menceritakan pengalaman beliau dalam mendidik keempat putranya. Beliau adalah seorang yang cukup sibuk diluar rumah…karena punya amanah di Rumah Pensil Publisher , sanggar gambar rumah pensil, dan juga menggawangi creative women community.
Tapi,kesibukan beliau tidak membuat beliau lupa untuk mendidik anak-anaknya untuk mencintai dan meneladani Rasulullah dan sahabat2nya. Hasilnya…anak pertama beliau adalah anak yang sangat ingin berjihad ke palestina, bahkan di usia 12 tahun, bilang ke bundanya: “bun, aku sudah menabung…ini celengan aku, tolong izinkan aku berangkat ke palestina ya. Aku sedih melihat anak-anak palestina tidak bisa sebahagia aku disini.” Bunda Ria akhirnya mengarahkan anaknya, untuk berjihad dengan pena…anak tsb diarahkan untuk menulis buku, dan ia akhirnya menulis satu seri buku cerita anak tentang jihad dan anak2 palestina. Buku tersebut sudah habis terjual 1000exp dalam 10 hari saja!! Menurut pengalaman bunda Ria, cara paling efektif untuk mengajarkan anak nilai2 kebaikan adalah dengan cara mendongeng (selain keteladanan tentunya). Sehingga beliau tidak pernah melewatkan malam tanpa mendongengkan kisah rasul dan para sahabat kepada anak-anaknya. Mendongeng, tidak harus dengan style pendongeng yang sangat ekspresif, yang mungkin sulit kita tiru….tapi lakukanlah dengan cinta….sehingga dongeng kita akan sampai ke hatinya..
Prinsipnya, kalau anak-anak sudah mengenal Tuhannya, Rasulnya (melalui dongeng)…maka insya Allah mereka akan mencintai Allah dan RasulNya. Bukankah itu yang kita harapkan?? Anak-anak yang mencintai Allah dan RasulNya, sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang tidak disukai oleh kekasihnya itu?
Disini, yang terpikir oleh saya adalah “duh….sudah sejauh mana saya mengenalkan Allah dan juga Shiroh kepada anak-anak? Mengenalkan mungkin sudah…tapi sudahkah saya secara konsisten berikhtiar menumbuhkan cinta mereka pada Allah dan Rasul serta para sahabat?? (hiks…tamparan pertama)'”
Lalu…Umi (Bu Siti Oded), menceritakan dahsyatnya dampak rumah cinta. Beliau menceritakan fenomena anak2 di sukabumi (kota kecil) yang 60% dari 200 anak usia remaja yg dijadikan objek penelitian, ternyata sudah melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Astaghfirullah….astaghfirullah…..kalau di kota kecil saja begitu? Gimana kabarnya dengan anak2 kita yang hidup di kota2 besar? Tambahannya…Umi cerita, bahwa ketika berkunjung ke beberapa pesantren, lalu bertanya kepada para SANTRI tentang siapa idola mereka….rata2 jawabannya adalah para artis (lokal dan korea). Duh….apakah mereka tidak mengenal Rasulullah? Sang manusia mulia nan sejati cintanya…
Itulah sebabnya….Umi menekankan…bahwa cinta, adalah dasar dari pendidikan dalam keluarga. Hanya dengan bangunan cinta yang kokohlah, anak tidak akan keluar dari pakem yang disepakati dalam keluarga. Sehingga, kata-kata “membentengi” anak….sejatinya bukanlah membentengi secara fisik (memproteksi fisik anak dari lingkungan yang tidak baik, dll)…melainkan membangun benteng tsb dalam diri anak, sehingga tercipta resiliensi (kemampuan anak untuk selalu berada dalam pakemnya, dalam koridor yang ditetapkan menjadi nilai terbaik untuk dirinya dan keluarganya) dimanapun anak berada…dengan siapapun anak bergaul. Resiliensi ini hanya akan terkokohkan dalam diri anak, bila di rumah cintanya sudah terbangun, sehingga tidak ada tempat lain yang lebih nyaman bagi si anak, selain di rumahnya sendiri.
Berikutnya, yang selalu harus menjadi pegangan utama dalam mendidik anak, dan kembali diingatkan oleh teh Ninih: “Yaa Bunayya…Laa Tusyrik Billah”. Teteh cerita….sebelum ke hal lainnya, pastikan dulu bab ini sudah mantap. Bab ketauhidan, yang menjadi dasar dari agama islam. Sehingga, insya Allah pertanggung jawaban kita kelak akan lebih ringan.
Lalu…yang orangtua sering lupa: TAUBAT!!
Kita sering merasa anak sulit diatur…anak banyak membantah…anak tidak sesuai harapan. Lalu saat perasaan itu hadir, seringkali kita merasa, itu adalah ‘salahnya’ anak. Padahal….sejatinya, itu adalah kesalahan kita dalam mendidik. Maka,TAUBAT adalah bagian terpenting dalam proses mendidik anak. Jangan hanya banyak harapan thdp anak….tapi, perbanyak taubat, perbanyak tafakur.
Teteh cerita, bagaimana dulu Ghaza (putra ke-6 tth), adalah anak yang kerjanya main PS…gak semangat belajar….sampai harus mengenakan kacamata dengan silindris 6 karena hobinya itu. Teteh saat itu merasa berdosa….karena tidak tegas dan tidak banyak menghabiskan waktu bersama Ghaza. Lalu…saat berkesempatan umroh, teteh menangis di multazam….bertaubat…mengakui kesalahannya dalam mendidik anak, dan memohon agar Allah mengampuni. Sepulang umroh….Ghaza ditanya oleh salah seorang ustadz di DT, mau tidak Ghaza menghafal qur’an? Ghaza langsung jawab mau…tanpa ba-bi-bu. Padahal, sebelumnya….sulit sekali tth mengarahkannya. Singkat cerita….dalam waktu 6 bulan…Ghaza menyelesaikan 27 juz hafalan qur’annya….dan tuntas 30 juz hanyadalam waktu 8 bulan saja.
Sehingga, benarlah…taubat kita, adalah pembuka jalan. Ketika kita bertaubat…memohon ampunan Allah atas kefakiran ilmu kita dalam mendidik anak, Allah akan bukakan jalan.
Selain itu…mencintai anak, artinya mendoakannya dengan penuh cinta. Bukan sekedar kata-kata tak berarti….melainkan kata-kata yang lahir dari hati. Saya mempraktekkannya sejak punya anak pertama 11 tahun yang lalu….ilmu ini pun saya peroleh dari teh Ninih, waktu saya masih nyantri di DT: Setiap Sholat malam….usahakan sholat dengan rakaat 2-2-2-2-…., agar kita memiliki banyak waktu untuk mendoakan anak dan suami. Ba’da dua rakaat pertama…doakan orang tua dan suami dengan penuh cinta.
Lalu…ba’da dua rakaat kedua, doakan anak yang pertama. Ba’da dua rakaat ketiga, doakan anak yang kedua, dst….
Perhatikan….setiap kali iman kita sedang baik, cinta kita sedang penuh….anak akan menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebaliknya….setiap kali iman kita sedang lemah….kita sedang futur, anak pun akan terasa sulit diatur, dll. Maka….penuhi diri dengan energi iman….sehingga cinta akan lahir tanpa diminta.
Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta, insya Allah akan menjadi pribadi yang penuh cinta pula.
Dengan Cinta kita mendidik anak….dengan ilmu kita mengasuhnya….
Sungguh, berada disana bersama para ibu luar biasa ini, menyadarkan saya betapa luasnya ilmu Allah dan betapa sedikit ilmu yang sudah saya tahu dan amalkan..
Semoga bermanfaat
Oleh: thasya sugito
Ceritanya, april yang lalu, saya berkesempatan berada sepanggung dengan beberapa ibu hebat, dalam sebuah seminar parenting yang temanya adalah ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’. Para ibu hebat itu adalah:Ibu Siti Oded (Istri wakil walikota Bandung), Bunda Ria Mulianti (Istrinya Kak Eka Wardhana-Rumah Pensil Publisher), dan Teh Ninih Muthmainnah (Istri Aa Gym).
Masya Allah…
Bunda Ria Mulianti…menceritakan pengalaman beliau dalam mendidik keempat putranya. Beliau adalah seorang yang cukup sibuk diluar rumah…karena punya amanah di Rumah Pensil Publisher , sanggar gambar rumah pensil, dan juga menggawangi creative women community.
Tapi,kesibukan beliau tidak membuat beliau lupa untuk mendidik anak-anaknya untuk mencintai dan meneladani Rasulullah dan sahabat2nya. Hasilnya…anak pertama beliau adalah anak yang sangat ingin berjihad ke palestina, bahkan di usia 12 tahun, bilang ke bundanya: “bun, aku sudah menabung…ini celengan aku, tolong izinkan aku berangkat ke palestina ya. Aku sedih melihat anak-anak palestina tidak bisa sebahagia aku disini.” Bunda Ria akhirnya mengarahkan anaknya, untuk berjihad dengan pena…anak tsb diarahkan untuk menulis buku, dan ia akhirnya menulis satu seri buku cerita anak tentang jihad dan anak2 palestina. Buku tersebut sudah habis terjual 1000exp dalam 10 hari saja!! Menurut pengalaman bunda Ria, cara paling efektif untuk mengajarkan anak nilai2 kebaikan adalah dengan cara mendongeng (selain keteladanan tentunya). Sehingga beliau tidak pernah melewatkan malam tanpa mendongengkan kisah rasul dan para sahabat kepada anak-anaknya. Mendongeng, tidak harus dengan style pendongeng yang sangat ekspresif, yang mungkin sulit kita tiru….tapi lakukanlah dengan cinta….sehingga dongeng kita akan sampai ke hatinya..
Prinsipnya, kalau anak-anak sudah mengenal Tuhannya, Rasulnya (melalui dongeng)…maka insya Allah mereka akan mencintai Allah dan RasulNya. Bukankah itu yang kita harapkan?? Anak-anak yang mencintai Allah dan RasulNya, sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang tidak disukai oleh kekasihnya itu?
Disini, yang terpikir oleh saya adalah “duh….sudah sejauh mana saya mengenalkan Allah dan juga Shiroh kepada anak-anak? Mengenalkan mungkin sudah…tapi sudahkah saya secara konsisten berikhtiar menumbuhkan cinta mereka pada Allah dan Rasul serta para sahabat?? (hiks…tamparan pertama)'”
Lalu…Umi (Bu Siti Oded), menceritakan dahsyatnya dampak rumah cinta. Beliau menceritakan fenomena anak2 di sukabumi (kota kecil) yang 60% dari 200 anak usia remaja yg dijadikan objek penelitian, ternyata sudah melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Astaghfirullah….astaghfirullah…..kalau di kota kecil saja begitu? Gimana kabarnya dengan anak2 kita yang hidup di kota2 besar? Tambahannya…Umi cerita, bahwa ketika berkunjung ke beberapa pesantren, lalu bertanya kepada para SANTRI tentang siapa idola mereka….rata2 jawabannya adalah para artis (lokal dan korea). Duh….apakah mereka tidak mengenal Rasulullah? Sang manusia mulia nan sejati cintanya…
Itulah sebabnya….Umi menekankan…bahwa cinta, adalah dasar dari pendidikan dalam keluarga. Hanya dengan bangunan cinta yang kokohlah, anak tidak akan keluar dari pakem yang disepakati dalam keluarga. Sehingga, kata-kata “membentengi” anak….sejatinya bukanlah membentengi secara fisik (memproteksi fisik anak dari lingkungan yang tidak baik, dll)…melainkan membangun benteng tsb dalam diri anak, sehingga tercipta resiliensi (kemampuan anak untuk selalu berada dalam pakemnya, dalam koridor yang ditetapkan menjadi nilai terbaik untuk dirinya dan keluarganya) dimanapun anak berada…dengan siapapun anak bergaul. Resiliensi ini hanya akan terkokohkan dalam diri anak, bila di rumah cintanya sudah terbangun, sehingga tidak ada tempat lain yang lebih nyaman bagi si anak, selain di rumahnya sendiri.
Berikutnya, yang selalu harus menjadi pegangan utama dalam mendidik anak, dan kembali diingatkan oleh teh Ninih: “Yaa Bunayya…Laa Tusyrik Billah”. Teteh cerita….sebelum ke hal lainnya, pastikan dulu bab ini sudah mantap. Bab ketauhidan, yang menjadi dasar dari agama islam. Sehingga, insya Allah pertanggung jawaban kita kelak akan lebih ringan.
Lalu…yang orangtua sering lupa: TAUBAT!!
Kita sering merasa anak sulit diatur…anak banyak membantah…anak tidak sesuai harapan. Lalu saat perasaan itu hadir, seringkali kita merasa, itu adalah ‘salahnya’ anak. Padahal….sejatinya, itu adalah kesalahan kita dalam mendidik. Maka,TAUBAT adalah bagian terpenting dalam proses mendidik anak. Jangan hanya banyak harapan thdp anak….tapi, perbanyak taubat, perbanyak tafakur.
Teteh cerita, bagaimana dulu Ghaza (putra ke-6 tth), adalah anak yang kerjanya main PS…gak semangat belajar….sampai harus mengenakan kacamata dengan silindris 6 karena hobinya itu. Teteh saat itu merasa berdosa….karena tidak tegas dan tidak banyak menghabiskan waktu bersama Ghaza. Lalu…saat berkesempatan umroh, teteh menangis di multazam….bertaubat…mengakui kesalahannya dalam mendidik anak, dan memohon agar Allah mengampuni. Sepulang umroh….Ghaza ditanya oleh salah seorang ustadz di DT, mau tidak Ghaza menghafal qur’an? Ghaza langsung jawab mau…tanpa ba-bi-bu. Padahal, sebelumnya….sulit sekali tth mengarahkannya. Singkat cerita….dalam waktu 6 bulan…Ghaza menyelesaikan 27 juz hafalan qur’annya….dan tuntas 30 juz hanyadalam waktu 8 bulan saja.
Sehingga, benarlah…taubat kita, adalah pembuka jalan. Ketika kita bertaubat…memohon ampunan Allah atas kefakiran ilmu kita dalam mendidik anak, Allah akan bukakan jalan.
Selain itu…mencintai anak, artinya mendoakannya dengan penuh cinta. Bukan sekedar kata-kata tak berarti….melainkan kata-kata yang lahir dari hati. Saya mempraktekkannya sejak punya anak pertama 11 tahun yang lalu….ilmu ini pun saya peroleh dari teh Ninih, waktu saya masih nyantri di DT: Setiap Sholat malam….usahakan sholat dengan rakaat 2-2-2-2-…., agar kita memiliki banyak waktu untuk mendoakan anak dan suami. Ba’da dua rakaat pertama…doakan orang tua dan suami dengan penuh cinta.
Lalu…ba’da dua rakaat kedua, doakan anak yang pertama. Ba’da dua rakaat ketiga, doakan anak yang kedua, dst….
Perhatikan….setiap kali iman kita sedang baik, cinta kita sedang penuh….anak akan menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebaliknya….setiap kali iman kita sedang lemah….kita sedang futur, anak pun akan terasa sulit diatur, dll. Maka….penuhi diri dengan energi iman….sehingga cinta akan lahir tanpa diminta.
Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta, insya Allah akan menjadi pribadi yang penuh cinta pula.
Dengan Cinta kita mendidik anak….dengan ilmu kita mengasuhnya….
Sungguh, berada disana bersama para ibu luar biasa ini, menyadarkan saya betapa luasnya ilmu Allah dan betapa sedikit ilmu yang sudah saya tahu dan amalkan..
Semoga bermanfaat
APAKAH KITA ORANG SIBUk
APAKAH KITA ORANG SIBUK ?
-
Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama
-
Selang beberapa lama, saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain.gurunya
berpesan :
“Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an ,Semakin banyak baca Al Qur’an urusanmu semakin mudah”
-
Dan muridnya pun melakukan. Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari.
Dia menambahkan hingga 10 juz per hari.
Dan urusannya semakin mudah.
-
Allah yang mengurus semua urusannya.
Waktu pun semakin berkah.
-
Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu?
-
Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit.
Itulah berkah Al Qur’an.
-
Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu.
Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah
-
Padahal teorinya orang yang membaca AlQur’an menghabiskan banyak waktu.
mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah.
Hingga menjadi begitu efektif.
Hidup pun efektif.
-
Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena
Al Qur’an .
-
Salah satu berkahnya adalah membuka
pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya.
-
Dan Salah satu balasan bagi amal shalih yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya. -
Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu
Dan sebaliknya waktu yg selalu sibuk shg hanya habis untuk urusan dunia yg terserak, bisa jadi itu adalah tandanya ada yg salah dlm hidup kita,
-
“Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.” [Hadits Riwayat Muslim]
mari hendaklah kita luangkan waktu untuk Allah disela sela kesibukan hari
Kontribusi oleh: @mdestantos ^^)
-
Note :
“Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit” #duniajilbab
-
Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama
-
Selang beberapa lama, saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain.gurunya
berpesan :
“Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an ,Semakin banyak baca Al Qur’an urusanmu semakin mudah”
-
Dan muridnya pun melakukan. Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari.
Dia menambahkan hingga 10 juz per hari.
Dan urusannya semakin mudah.
-
Allah yang mengurus semua urusannya.
Waktu pun semakin berkah.
-
Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu?
-
Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit.
Itulah berkah Al Qur’an.
-
Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu.
Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah
-
Padahal teorinya orang yang membaca AlQur’an menghabiskan banyak waktu.
mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah.
Hingga menjadi begitu efektif.
Hidup pun efektif.
-
Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena
Al Qur’an .
-
Salah satu berkahnya adalah membuka
pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya.
-
Dan Salah satu balasan bagi amal shalih yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya. -
Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu
Dan sebaliknya waktu yg selalu sibuk shg hanya habis untuk urusan dunia yg terserak, bisa jadi itu adalah tandanya ada yg salah dlm hidup kita,
-
“Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.” [Hadits Riwayat Muslim]
mari hendaklah kita luangkan waktu untuk Allah disela sela kesibukan hari
Kontribusi oleh: @mdestantos ^^)
-
Note :
“Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit” #duniajilbab
Subscribe to:
Posts (Atom)