Siapa saja yang memiliki kitab wiridku, berarti ia telah mendapatkan ijazah (izin untuk mengamalkannya). Ijazah itu bukan dariku, tetapi langsung dari para pengarang wirid-wirid tersebut.
Seharusnya seorang santri mempunyai bacaan wirid untuk menjaga dirinya dari kesesatan.
Seharusnya seorang santri benyak beribadah, dengan tujuan menjaganya dari perbuatan maksiat dan untuk memperkuat hafalannya.
Kunci segala rahasia bersumber pada bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW.
Jadikanlah Shalawat kepada Rasulullah Saw. senantiasa berada diantara dirimu dan munajatmu.
Ketika kita memuji atau menyebut keutamaan seseorang, bukan berarti kita juga merendahkan pihak lain (yang tidak disebut).
Tidak meremehkan santri, kecuali orang bodoh.
Sikap patuh dan rendah hati yang dibarengi dengan sedikit ilmu itu lebih baik, dari pada sifat licik dan sombong yang dibarengi dengan banyaknya ilmu.
Aku senang kepada santri yang berani, tetapi sopan.
Orang alim idak cukup dengan ilmunya saja, tetapi ia harus meiliki siffat bijaksana.
Orang alim tidak cukup dengn ilmunya saja, tetapi ia harus memiliki akhlak yang baik.
Orang alim harus memiliki dada yang lapang.
Orang yang memiliki cakrawala ilmu yang luas, akan sedikit protes kepada orang lain.
Akhlak lebih di dahulukan daripada ilmu.
Aku terlebih dahulu mengajarkan akhlak dan moral, sebelum aku mengajarkan ilmu dan kitab.
Ilmu masih bisa dicari, tetapi tidak demikian dengan khidmah (pengabdian).
Amar makruf dan nahi munkar harus dilakukkan dengan sikap bijak, lembut, dan bertahap.
Hendaknya tujuanmu adalah menyebarkan ilmu, bukan malah mengalihkan perhatian banyak orang kepada dirimu. Sebarkanlah ilmu tanpa harus memperdulikan apakah mereke menerimamu atau berpaling darimu.
Ilmu tidak akan berkumpul dengan sifat sombong di dalam satu dada.
Ilmu tidak berkumpul dengan bisnis. Jika memang harus berbisnis seperlunya saja.
Jangan sampai bisnis mengalahkan ilmu.
Semua ilmu itu penting, tetapi harus mendahulukan yang paling penting.
Ikatan yang memperkuat huungan antara guru dan muridnya dalah menyebarkan ilmunya di atas metodenya.
Ikatan yang mengokohkan hubungan antara kami dengan santri-santri kami adalah membaca wirid-wirid kami, mendoakan kami, dan senantiasa mengikuti manhaj kami.
Kalian harus melanggengkan bacaan wirid, sebab wirid dapat menjadi tameng dan perisai diri.
Monday, 14 September 2015
Friday, 11 September 2015
tips mempercantik wajah
Lakukan Ini Sekali Seminggu
Wanita Jepang telah menikmati manfaat beras selama berabad-abad. Rahasia kecantikan mereka terletak pada hadiah sederhana alam ini.
Beras merupakan sumber yang menakjubkan dari asam linoleat dan squalene, antioksidan kuat yang merangsang produksi kolagen.
Memperlambat terjadinya keriput. Squalene juga melindungi kulit saat matahari terbenam. Beras juga berlimpah vitamin E dan oryznol gamma, yang dikenal karena kemampuannya untuk melindungi jantung dan penurunan kadar kolesterol.
Sayangnya, selain dari Jepang, kebanyakan orang tidak menyadari fakta ini.
Inilah resep masker beras sederhana super yang akan menghaluskan keriput dan memberikan warna kulit yang bagus.
Anda perlu:
Beras 3 sendok makan / 1 sdm = 15 gram
Susu 1 sendok makan
1 sendok makan madu
Persiapan:
Tuang air mendidih secukupnya ke beras, kemudian saring airnya. Aduk satu sendok makan susu hangat ke dalamnya, kemudian tambahkan satu sendok makan madu.
Terapkan masker pada kulit bersih dan kering. Biarkan sampai kering. Bersihkan wajah Anda dan bilas dengan air.
Air beras memiliki sifat antioksidan yang kuat. Melembabkan kulit dan merangsang sirkulasi. Air beras juga membantu dalam menghilangkan bintik-bintik usia dan mengurangi peradangan.
Ini akan membuat kulit Anda sehat dan lembab. Gunakan untuk melindungi kulit Anda.
Untuk hasil yang optimal, ulangi perawatan ini setidaknya sekali seminggu. Anda akan kagum dari kulit Anda di cermin, Anda akan terlihat 10 tahun lebih muda.
Selamat mencoba!
amalan sebelum tidur
ANDAI AJAL DALAM TIDUR...
Duhai suami fahamilah isteri
Duhai isteri fahamilah suami
Duhai sahabat-sahabat fahamilah sesama kita
EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK MANAPUN DENGAN TUGAS HARIAN
Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran.
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.
3. Sebelum para muslimin meredhai engkau.
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".
Bertanya Siti Aisyah :
“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasulullah tersenyum dan bersabda :-
1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrahmaa nirrahiim,
‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’
lam yalid walam yuulad’
walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “
2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “
3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau
“ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )
4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim
Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar "
( 3x )
Duhai suami fahamilah isteri
Duhai isteri fahamilah suami
Duhai sahabat-sahabat fahamilah sesama kita
EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK MANAPUN DENGAN TUGAS HARIAN
Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran.
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.
3. Sebelum para muslimin meredhai engkau.
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".
Bertanya Siti Aisyah :
“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasulullah tersenyum dan bersabda :-
1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrahmaa nirrahiim,
‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’
lam yalid walam yuulad’
walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “
2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “
3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau
“ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )
4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim
Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar "
( 3x )
Thursday, 10 September 2015
rezeki itu milik Alloh
Renungan Pagi, Insya Allah mencerahkan
🌿.🌿.🌿.🌿.🌿
Tinggal pilih saja hallah/keadaan seperti apa kita mau menerima rizki dari Allah.
From Allah to Allah: Rezeki Itu Milik Allah
by Leila Hana
"Saya nggak mau jadi ibu rumah tangga saja. Kalau suami meninggal atau kita bercerai, gimana? Siapa yang kasih makan saya dan anak-anak? Istri itu harus mandiri finansial supaya bisa punya uang untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan suami."
Seketika, kalimat itu buyar kala saya berhadapan dengan seorang wanita berusia 47 tahun yang datang ke rumah saya untuk mengisi pengajian. Wanita bersahaja itu datang jauh-jauh, cukup jauh dari komplek perumahan tempat tinggal saya, untuk memberi pengajian secara gratis. Ingat, gratis lho.... Nggak ada bayaran sepeser pun kecuali sajian makan siang yang saya berikan. Dia datang untuk menggantikan guru ngaji saya yang berhalangan. Sambil menunggu teman-teman lain, kami ngobrol-ngobrol.
"Coba tebak, anak saya berapa, Bu?" tanyanya, ketika kami sedang ngobrol soal anak-anak. Saya sedikit mengeluhkan kondisi rumah yang berantakan karena anak-anak nggak bisa diam, lalu dia memaklumkan. Namanya juga anak-anak. Dia sudah berpengalaman karena anaknya lebih banyak dari saya.
"Ehm... empat?" (pikir saya, paling-paling cuma selisih satu).
"Masih jauh...."
"Tujuh...."
"Kurang... yang benar, delapan."
Mata saya membelalak. Masya Allah! DELAPAN?!
"Itu masih kurang, Bu. Ustazah Yoyoh (almarhumah Yoyoh Yusroh, mantan anggota DPR) saja anaknya 13. Jadi, saya ini belum ada apa-apanya," katanya, merendah.
Setelah itu, mengalirlah cerita-ceritanya mengenai anak-anaknya sampai teman-teman saya datang dan acara mengaji pun dimulai. Di sela pengajian, wanita itu bercerita mengenai keluarganya. Dari situ saya baru tahu kalau suaminya sudah meninggal dunia! Meninggal karena kecelakaan motor, meninggalkan istri dan delapan anak, yang terkecil berusia 2,5 tahun dan sang istri, ya... wanita itu... seorang IBU RUMAH TANGGA.
Ibu rumah tangga di sini maksudnya nggak kerja kantoran, tapi juga bukan pengangguran. Beliau aktif mengisi pengajian. Lalu, bagaimana kehidupannya setelah suaminya meninggal? Beliau nggak punya gaji, nggak kerja kantoran. Coba, gimana? Apa beliau lalu sengsara dan anak-anaknya putus sekolah? No. no, no....
Kalau saya mengingat kalimat pembuka di atas kok kayaknya mustahil ya seorang ibu yang nggak bekerja dan suaminya meninggal dunia, bisa bertahan hidup dengan delapan anak dan anak-anaknya bisa tetap kuliah. Mustahil itu... NGGAK MUNGKIN!
"Bagi Allah, nggak ada yang nggak mungkin, Bu. Asal kita percaya sama Allah. Allah yang kasih rezeki, kan? Percaya saja sama Allah. Saya cuma yakin bahwa semua yang saya dapatkan selama ini adalah karena kebaikan-kebaikan saya dan suami semasa hidup. Saya cuma berbagi pengalaman ya, Bu, bukan mau riya. Memang, suami saya dulu itu orangnya pemurah. Kalau ada yang minta bantuan, dia akan kasih walaupun dia uangnya pas-pasan. Alhamdulillah, Allah kasih ganti. Sewaktu suami masih hidup, kami hidup sederhana. Rezeki suami itu dibagi ke orang-orang juga, padahal anak kami ada delapan. Suami nggak takut kekurangan....."
Kami menahan napas.....
"Hingga suami saya meninggal dunia... uang duka yang kami dapatkan itu... Masya Allah... jumlahnya 100 juta. Padahal, suami saya itu biasa-biasa saja, bukan orang penting. Uang itu langsung dibuat biaya pemakaman, tabungan pendidikan anak, dan sisanya renovasi rumah yang mau ambruk."
Dengar uang 100 juta dari uang duka saja, saya sudah kagum.
"Saat renovasi rumah, saya serahkan saja ke tukangnya. Dia bilang, uangnya kurang. Saya lillahi ta'ala saja. Yang penting atap rumah nggak ambruk, karena memang kondisinya sudah memprihatinkan. Khawatirnya anak-anak ketimpa atap....."
Saya membayangkan, keajaiban apa lagi yang didapatkan oleh wanita itu?
"Nggak disangka. Begitu orang-orang tau kalau saya sedang renovasi rumah, mereka menyumbang. Bukan ratusan ribu, tapi puluhan juta! Sampai terkumpul 100 juta lagi dan rumah saya seperti bisa dilihat sekarang.... Sampai hari ini, saya masih dapat transferan uang dari mana-mana, Bu-Ibu. Saya nggak tau dari siapa aja karena mereka nggak bilang. Saya juga udah nggak pernah beli beras lagi sejak suami meninggal. Selalu ada yang kasih beras."
Duh, nggak bisa nahan airmata deh jadinya....
Apa rahasianya?
"Berbuat baik kepada siapa saja, sekecil apa pun. Insya Allah ada balasannya. Rezeki itu milik Allah. Kalau Allah berkehendak, Dia akan kasih dari mana pun asalnya...." tutupnya.
Rezeki itu milik Allah, siapa pun tidak boleh takabur. Bekerja bukanlah sarana menyombongkan diri bahwa hidup kita bakal terjamin karena bekerja. Yang menjamin hidup kita adalah Allah. Bekerja diniatkan untuk ibadah. Pembuka rezeki bisa datang dari mana saja, salah satunya dari berbuat kebaikan sekecil apa pun.
Ucapan, "Kalau suami meninggal atau bercerai, siapa yang kasih makan saya dan anak-anak?" itu sama saja dengan sirik, atau menduakan Allah.
Menganggap diri kita super, dengan kita bekerja, maka rezeki terjamin. Padahal, Allah yang kasih rezeki. Jika dulu Allah kasih rezeki melalui suami, besok Allah kasih lewat jalan lain. Insya Allah.
〰〰〰〰〰
Smg kita selalu bersungguh2 berikhtiar menjemput rizki dari Allah, mensyukurinya dan mjdkan rizki tsb sbg jalan meraih keberkahan hidup...aamiin
🌿.🌿.🌿.🌿.🌿
Tinggal pilih saja hallah/keadaan seperti apa kita mau menerima rizki dari Allah.
From Allah to Allah: Rezeki Itu Milik Allah
by Leila Hana
"Saya nggak mau jadi ibu rumah tangga saja. Kalau suami meninggal atau kita bercerai, gimana? Siapa yang kasih makan saya dan anak-anak? Istri itu harus mandiri finansial supaya bisa punya uang untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan suami."
Seketika, kalimat itu buyar kala saya berhadapan dengan seorang wanita berusia 47 tahun yang datang ke rumah saya untuk mengisi pengajian. Wanita bersahaja itu datang jauh-jauh, cukup jauh dari komplek perumahan tempat tinggal saya, untuk memberi pengajian secara gratis. Ingat, gratis lho.... Nggak ada bayaran sepeser pun kecuali sajian makan siang yang saya berikan. Dia datang untuk menggantikan guru ngaji saya yang berhalangan. Sambil menunggu teman-teman lain, kami ngobrol-ngobrol.
"Coba tebak, anak saya berapa, Bu?" tanyanya, ketika kami sedang ngobrol soal anak-anak. Saya sedikit mengeluhkan kondisi rumah yang berantakan karena anak-anak nggak bisa diam, lalu dia memaklumkan. Namanya juga anak-anak. Dia sudah berpengalaman karena anaknya lebih banyak dari saya.
"Ehm... empat?" (pikir saya, paling-paling cuma selisih satu).
"Masih jauh...."
"Tujuh...."
"Kurang... yang benar, delapan."
Mata saya membelalak. Masya Allah! DELAPAN?!
"Itu masih kurang, Bu. Ustazah Yoyoh (almarhumah Yoyoh Yusroh, mantan anggota DPR) saja anaknya 13. Jadi, saya ini belum ada apa-apanya," katanya, merendah.
Setelah itu, mengalirlah cerita-ceritanya mengenai anak-anaknya sampai teman-teman saya datang dan acara mengaji pun dimulai. Di sela pengajian, wanita itu bercerita mengenai keluarganya. Dari situ saya baru tahu kalau suaminya sudah meninggal dunia! Meninggal karena kecelakaan motor, meninggalkan istri dan delapan anak, yang terkecil berusia 2,5 tahun dan sang istri, ya... wanita itu... seorang IBU RUMAH TANGGA.
Ibu rumah tangga di sini maksudnya nggak kerja kantoran, tapi juga bukan pengangguran. Beliau aktif mengisi pengajian. Lalu, bagaimana kehidupannya setelah suaminya meninggal? Beliau nggak punya gaji, nggak kerja kantoran. Coba, gimana? Apa beliau lalu sengsara dan anak-anaknya putus sekolah? No. no, no....
Kalau saya mengingat kalimat pembuka di atas kok kayaknya mustahil ya seorang ibu yang nggak bekerja dan suaminya meninggal dunia, bisa bertahan hidup dengan delapan anak dan anak-anaknya bisa tetap kuliah. Mustahil itu... NGGAK MUNGKIN!
"Bagi Allah, nggak ada yang nggak mungkin, Bu. Asal kita percaya sama Allah. Allah yang kasih rezeki, kan? Percaya saja sama Allah. Saya cuma yakin bahwa semua yang saya dapatkan selama ini adalah karena kebaikan-kebaikan saya dan suami semasa hidup. Saya cuma berbagi pengalaman ya, Bu, bukan mau riya. Memang, suami saya dulu itu orangnya pemurah. Kalau ada yang minta bantuan, dia akan kasih walaupun dia uangnya pas-pasan. Alhamdulillah, Allah kasih ganti. Sewaktu suami masih hidup, kami hidup sederhana. Rezeki suami itu dibagi ke orang-orang juga, padahal anak kami ada delapan. Suami nggak takut kekurangan....."
Kami menahan napas.....
"Hingga suami saya meninggal dunia... uang duka yang kami dapatkan itu... Masya Allah... jumlahnya 100 juta. Padahal, suami saya itu biasa-biasa saja, bukan orang penting. Uang itu langsung dibuat biaya pemakaman, tabungan pendidikan anak, dan sisanya renovasi rumah yang mau ambruk."
Dengar uang 100 juta dari uang duka saja, saya sudah kagum.
"Saat renovasi rumah, saya serahkan saja ke tukangnya. Dia bilang, uangnya kurang. Saya lillahi ta'ala saja. Yang penting atap rumah nggak ambruk, karena memang kondisinya sudah memprihatinkan. Khawatirnya anak-anak ketimpa atap....."
Saya membayangkan, keajaiban apa lagi yang didapatkan oleh wanita itu?
"Nggak disangka. Begitu orang-orang tau kalau saya sedang renovasi rumah, mereka menyumbang. Bukan ratusan ribu, tapi puluhan juta! Sampai terkumpul 100 juta lagi dan rumah saya seperti bisa dilihat sekarang.... Sampai hari ini, saya masih dapat transferan uang dari mana-mana, Bu-Ibu. Saya nggak tau dari siapa aja karena mereka nggak bilang. Saya juga udah nggak pernah beli beras lagi sejak suami meninggal. Selalu ada yang kasih beras."
Duh, nggak bisa nahan airmata deh jadinya....
Apa rahasianya?
"Berbuat baik kepada siapa saja, sekecil apa pun. Insya Allah ada balasannya. Rezeki itu milik Allah. Kalau Allah berkehendak, Dia akan kasih dari mana pun asalnya...." tutupnya.
Rezeki itu milik Allah, siapa pun tidak boleh takabur. Bekerja bukanlah sarana menyombongkan diri bahwa hidup kita bakal terjamin karena bekerja. Yang menjamin hidup kita adalah Allah. Bekerja diniatkan untuk ibadah. Pembuka rezeki bisa datang dari mana saja, salah satunya dari berbuat kebaikan sekecil apa pun.
Ucapan, "Kalau suami meninggal atau bercerai, siapa yang kasih makan saya dan anak-anak?" itu sama saja dengan sirik, atau menduakan Allah.
Menganggap diri kita super, dengan kita bekerja, maka rezeki terjamin. Padahal, Allah yang kasih rezeki. Jika dulu Allah kasih rezeki melalui suami, besok Allah kasih lewat jalan lain. Insya Allah.
〰〰〰〰〰
Smg kita selalu bersungguh2 berikhtiar menjemput rizki dari Allah, mensyukurinya dan mjdkan rizki tsb sbg jalan meraih keberkahan hidup...aamiin
kiat sukses bisnis
KIAT SUKSES BISNIS....
Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.
Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman,yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,"Jadual sholatmu gimana?"
"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.
"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.
" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.
" Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.
"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.
" Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.
Temen saya tersenyum dan berkata,"Pantas jadual hidupmu berantakan."
"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.
"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.
"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.
"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.
"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.
"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.
Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.
Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A,"Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok,. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."
Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.
Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B,"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada hjadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."
Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut,"O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"
Dari seberang sana dia menjawab,"OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah sms masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.
Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!
Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.
Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.
Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.
Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.
Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.
Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng
Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.
Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman,yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,"Jadual sholatmu gimana?"
"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.
"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.
" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.
" Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.
"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.
" Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.
Temen saya tersenyum dan berkata,"Pantas jadual hidupmu berantakan."
"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.
"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.
"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.
"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.
"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.
"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.
Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.
Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A,"Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok,. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."
Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.
Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B,"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada hjadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."
Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut,"O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"
Dari seberang sana dia menjawab,"OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah sms masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.
Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!
Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.
Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.
Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.
Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.
Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.
Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng
Wednesday, 9 September 2015
rahasia dahsyat sholawat
RAHASIA DAHSYATNYA SHALAWAT NABI.
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani RA,
memberi nasihat:
Ketahuilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah :
salah satu ibadah paling mulia,
bentuk ketaatan paling luhur,
ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan,
pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau.
Orang yang membaca shalawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar.
Membaca shalawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan,
ucapan paling utama,
ibadah yang menguntungkan,
mengandung barokah paling banyak, dan
ihwal yang paling kokoh.
Dengan membaca shalawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang.
Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya.
Allah SWT berfirman:
Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ùˆَ Ù…َÙ„َئكتَÙ‡ُ ÙŠُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ ÙŠَØ£َيهَا الَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا صلُّوا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ùˆَ سلِّÙ…ُوا تَسلِيما
ً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)
Dalam Kitab AsSafinah Al Qadir iyah,
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al Anwar.
Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan bershalawat kepada Nabi. Menurutnya,
Membaca shalawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:
□1. Bershalawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
□2. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang bershalawat kepada Nabi.
□3. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang bershalawat kepada Nabi.
□4. Mendapat balasan 10 kali lipat shalawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap shalawat yang kita ucapkan.
□5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca shalawat 10 tingkat lebih tinggi..
□6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
□7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
□8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
□9. Shalawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
□10. Shalawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
□11. Shalawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
□12. Shalawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
□13. Nilai shalawat sama dengan nilai sedekah
□14. Shalawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan shalawat balasan.
□15. Shalawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
□16. Terpenuhinya segala keinginan.
□17. Shalawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
□18. Shalawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
□19. Shalawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan shalawat balasan.
□20. Shalawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
□21. Shalawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
□22. Shalawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
□23. Shalawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika shalawat dibacakan.
□24. Shalawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca shalawat ketika namanya disebutkan.
□25. Shalawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
□26. Shalawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani RA,
memberi nasihat:
Ketahuilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah :
salah satu ibadah paling mulia,
bentuk ketaatan paling luhur,
ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan,
pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau.
Orang yang membaca shalawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar.
Membaca shalawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan,
ucapan paling utama,
ibadah yang menguntungkan,
mengandung barokah paling banyak, dan
ihwal yang paling kokoh.
Dengan membaca shalawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang.
Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya.
Allah SWT berfirman:
Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ùˆَ Ù…َÙ„َئكتَÙ‡ُ ÙŠُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ ÙŠَØ£َيهَا الَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا صلُّوا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ùˆَ سلِّÙ…ُوا تَسلِيما
ً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)
Dalam Kitab AsSafinah Al Qadir iyah,
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al Anwar.
Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan bershalawat kepada Nabi. Menurutnya,
Membaca shalawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:
□1. Bershalawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
□2. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang bershalawat kepada Nabi.
□3. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang bershalawat kepada Nabi.
□4. Mendapat balasan 10 kali lipat shalawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap shalawat yang kita ucapkan.
□5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca shalawat 10 tingkat lebih tinggi..
□6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
□7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
□8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
□9. Shalawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
□10. Shalawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
□11. Shalawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
□12. Shalawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
□13. Nilai shalawat sama dengan nilai sedekah
□14. Shalawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan shalawat balasan.
□15. Shalawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
□16. Terpenuhinya segala keinginan.
□17. Shalawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
□18. Shalawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
□19. Shalawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan shalawat balasan.
□20. Shalawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
□21. Shalawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
□22. Shalawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
□23. Shalawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika shalawat dibacakan.
□24. Shalawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca shalawat ketika namanya disebutkan.
□25. Shalawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
□26. Shalawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
manfaat sholawat
RAHASIA DAHSYATNYA SHALAWAT NABI.
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani RA,
memberi nasihat:
Ketahuilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah :
salah satu ibadah paling mulia,
bentuk ketaatan paling luhur,
ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan,
pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau.
Orang yang membaca shalawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar.
Membaca shalawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan,
ucapan paling utama,
ibadah yang menguntungkan,
mengandung barokah paling banyak, dan
ihwal yang paling kokoh.
Dengan membaca shalawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang.
Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya.
Allah SWT berfirman:
Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ùˆَ Ù…َÙ„َئكتَÙ‡ُ ÙŠُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ ÙŠَØ£َيهَا الَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا صلُّوا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ùˆَ سلِّÙ…ُوا تَسلِيما
ً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)
Dalam Kitab AsSafinah Al Qadir iyah,
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al Anwar.
Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan bershalawat kepada Nabi. Menurutnya,
Membaca shalawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:
□1. Bershalawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
□2. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang bershalawat kepada Nabi.
□3. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang bershalawat kepada Nabi.
□4. Mendapat balasan 10 kali lipat shalawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap shalawat yang kita ucapkan.
□5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca shalawat 10 tingkat lebih tinggi..
□6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
□7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
□8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
□9. Shalawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
□10. Shalawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
□11. Shalawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
□12. Shalawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
□13. Nilai shalawat sama dengan nilai sedekah
□14. Shalawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan shalawat balasan.
□15. Shalawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
□16. Terpenuhinya segala keinginan.
□17. Shalawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
□18. Shalawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
□19. Shalawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan shalawat balasan.
□20. Shalawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
□21. Shalawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
□22. Shalawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
□23. Shalawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika shalawat dibacakan.
□24. Shalawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca shalawat ketika namanya disebutkan.
□25. Shalawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
□26. Shalawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani RA,
memberi nasihat:
Ketahuilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah :
salah satu ibadah paling mulia,
bentuk ketaatan paling luhur,
ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan,
pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau.
Orang yang membaca shalawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar.
Membaca shalawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan,
ucapan paling utama,
ibadah yang menguntungkan,
mengandung barokah paling banyak, dan
ihwal yang paling kokoh.
Dengan membaca shalawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang.
Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya.
Allah SWT berfirman:
Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ùˆَ Ù…َÙ„َئكتَÙ‡ُ ÙŠُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ ÙŠَØ£َيهَا الَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا صلُّوا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ùˆَ سلِّÙ…ُوا تَسلِيما
ً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)
Dalam Kitab AsSafinah Al Qadir iyah,
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al Anwar.
Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan bershalawat kepada Nabi. Menurutnya,
Membaca shalawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:
□1. Bershalawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
□2. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang bershalawat kepada Nabi.
□3. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang bershalawat kepada Nabi.
□4. Mendapat balasan 10 kali lipat shalawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap shalawat yang kita ucapkan.
□5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca shalawat 10 tingkat lebih tinggi..
□6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
□7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
□8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
□9. Shalawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
□10. Shalawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
□11. Shalawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
□12. Shalawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
□13. Nilai shalawat sama dengan nilai sedekah
□14. Shalawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan shalawat balasan.
□15. Shalawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
□16. Terpenuhinya segala keinginan.
□17. Shalawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
□18. Shalawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
□19. Shalawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan shalawat balasan.
□20. Shalawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
□21. Shalawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
□22. Shalawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
□23. Shalawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika shalawat dibacakan.
□24. Shalawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca shalawat ketika namanya disebutkan.
□25. Shalawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
□26. Shalawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
Subscribe to:
Posts (Atom)