Tuesday, 2 February 2016

Keutamaan membaca sholawat nabi

42 Manfaat Sholawat

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani RA, memberi nasihat:
Ketahuilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu ibadah paling mulia, bentuk ketaatan paling luhur, ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan, pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau.
Orang yang membaca shalawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar. Membaca shalawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan, ucapan paling utama, ibadah yang menguntungkan, mengandung barokah paling banyak, da nihwal yang paling kokoh.
Dengan membaca shalawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang.
Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati, dan diampuni dosa-dosa besarnya.

Allah SWT berfirman:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَ ﻣَﻠَﺌﻜﺘَﻪُ ﻳُﺼﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠﻰ ﺍﻟﻨَّﺒﻰِّ ﻳَﺄَﻳﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺻﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳﻠِّﻤُﻮﺍ ﺗَﺴﻠِﻴﻤﺎً“
Sesungguhnya Allah dan para malaikat Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)
Dalam Kitab As Safinah Al Qadiriyah, Syeikh Abdul Qadir Al Jailany menjelaskan tentang keutamaan-keutaman bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al Anwar.
ūBeliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan bershalawat kepada Nabi. Menurutnya, Membaca shalawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:
1. Bershalawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
2. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang bershalawat kepada Nabi.
3. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang bershalawat kepada Nabi.
4. Mendapat balasan 10 kali lipat shalawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap shalawat yang kita ucapkan.
5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca shalawat 10 tingkat lebih tinggi..
6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
9. Shalawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
10. Shalawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
11. Shalawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
12. Shalawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
13. Nilai shalawat sama dengan nilai sedekah
14. Shalawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan shalawat balasan.
15. Shalawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
16. Terpenuhinya segala keinginan.
17. Shalawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
18. Shalawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
19. Shalawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan shalawat balasan.
20. Shalawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
21. Shalawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
22. Shalawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
23. Shalawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika shalawat dibacakan.
24. Shalawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca shalawat ketika namanya disebutkan.
25. Shalawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
26. Shalawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
27. Shalawat adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan membaca shalawat kepada Rasul-Nya.
28. Shalawat adalah faktor yang dapat menyelematkan seorang hamba ketika berada di atas jembatan menuju surga.
29. Shalawat menghapus status sebagai pembenci shalawat.
30. Shalawat adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan pujian baiknya kepada pembaca shalawat tersebut di hadapan semua makhluk, baik di bumi maupun di langit.
31. Shalawat dapat mendatangkan rahmat Allah.
32. Shalawat dapat mendatangkan berkah.
33. Shalawat dapat melanggengkan dan mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dimana cinta ini merupakan simpul pokok keimanan. Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi.
34. Shalawat dapat memikat hati Rasulullah agar mencintai dirinya.
35. Shalawat mendatangkan hidayah dan menghidupkan hati yang telah mati.
36. Shalawat adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW.
37. Shalawat dapat memantapkan iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah SAW.
38. Shalawat merupakan bentuk syukur kita atas segala nikmat dari Allah SWT.
39. Bacaan shalawat mengandung dzikir, syukur dan pengakuan atas nikmat Allah SWT.
40. Shalawat yang dibaca seorang hamba adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah, terkadang doa itu dipersembahkan kepada Nabi SAW dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena shalawat dapat mendatangkan tambahan pahala.
41. Shalawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan shalawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi yang mulia di dalam jiwa pembacanya.
42. Memperbanyak bacaan shalawat atas Nabi SAW menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syeikh Murabbi (guru spiritual).
Semoga bermanfaat
Sumber: As Safinah Al Qadiriyah Li Asy syekh abdul qodir al jailany

Tukang Roti & Keutamaan Istighfar

Tukang Roti & Keutamaan Istighfar


Ibnul Jauzi, dalam Kitab Shifatus Shafwah bercerita;
Dikisahkan tentang pengembaraan Imam Ahmad bin Hambal ke suatu negeri untuk suatu keperluan.Dalam perjalanan, beliau kemalaman dan menemukan sebuah masjid, beliau ingin menghabiskan malam di dalam masjid itu. Namun penjaga masjid tidak memperbolehkannya beristirahat di dalam masjid.

Sang penjaga tidak mengetahui bahwa yang dihadapinya adalah seorang ulama besar. Sementara Imam Ahmad juga tidak ingin memperkenalkan diri kepadanya. Kendati ketenaran Imam Ahmad sudah sampai di seluruh pelosok negeri, namun tak banyak orang mengenal sosok dan rupanya.
Untunglah, ketika itu melintas seorang pembuat dan penjual roti.Akhirnya tukang roti itu mengajak beliau untuk menginap di tempatnya, juga tanpa tahu bahwa tamunya ini adalah Imam Ahmad bin Hambal.

Ketika sampai di rumahnya, sang lelaki baik hati itu segera mempersiapkan tempat bermalam untuk Imam Ahmad dan mempersilahkan beliau istirahat. Sedangkan dia sendiri justru mulai bekerja dengan menyiapkan bahan-bahan pembuatan roti yang akan dijualnya esok hari.
Ternyata Imam Ahmad tidak langsung tidur, Ia malah memperhatikan segala gerak-gerik sang pembuat roti. Ada satu hal yang menarik perhatian beliau. Yakni, Ia senantiasa beristighfar dalam setiap aktivitas yang ia lakukan. Lidahnya selalu basah dengan istighfar.
Imam Ahmad merasa penasaran lalu bertanya, “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”.
Ia menjawab “Sejak lama sekali. ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

"Wahai tuan, apa fadhilah yang tuan dapatkan dari amalan tersebut?” tanya Imam Ahmad penasaran. Sang Tukang roti tersenyum, “Fadhilahnya setiap do’a yang saya panjatkan kepada Allah selalu dikabulkan-Nya,” jawabnya. “Tapi, ada satu do’a saya yang hingga saat ini belum dikabulkan Allah,” sambungnya. Imam Ahmad semakin penasaran dan bertanya, “Apa gerangan doa yang satu itu?”

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, "Dari dulu, saya berdo’a kepada Allah agar dipertemukan dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Namun hingga saat ini, saya belum juga dipertemukan dengan beliau,” tutur Tukang roti itu. Lalu, dengan takjub Imam Ahmad berkata, “Aku adalah Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, aku benar-benar didatangkan oleh Allah kepadamu.”
Ternyata semua yang dialami Imam Ahmad hari itu, mulai dari kemalaman di kampung, diusir sang penjaga masjid, kemudian bertemu dengan tukang roti dijalanan, sampai menginap di rumahnya, rupanya itu semua hanya merupakan cara Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang saleh.

Demikian dahsyatnya kekuatan istighfar, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala enggan untuk menolak do’a tukang roti yang dipanjatkan kepada-Nya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
: ﻣَﻦْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭَﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻫَﻢٍّ ﻓَﺮَﺟًﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺿِﻴﻖٍ ﻣَﺨْﺮَﺟًﺎ ﻭَﺭَﺯَﻗَﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻَ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐُ “
Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah menjadikan baginya pada setiap kesedihannya jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.)

Ibadah Rajin tetapi Rizqi Semakin Jauh. Kenapa?

Ibadah Rajin tetapi Rizqi Semakin Jauh. Kenapa?

ALLAH PUNYA CINTA DAN CEMBURU
.
Seorang kekasih yang mencintai kekasihnya dengan mendalam tak akan pernah rela membiarkan kekasihnya itu bersenang-senang dengan kekasih selain dirinya.
Setiap pesaing cintanya akan disingkirkan jauh dari sisi kekasihnya karena terbakar api cemburu, dia tidak akan rela jika kekasih pujaan bersenang-senang dengan kekasih lain. Dan Tuhan pun bila cemburu lebih dari itu.

"Hai umat Muhammad, tidak seorang pun lebih cemburu dari pada Allah, bila hamba-Nya baik lelaki maupun perempuan berbuat zina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, tentu kalian banyak menangis dan sedikit tertawa. Ingatlah! Bukankah aku telah menyampaikan?” (H.R. Muslim)

Seseorang yang dicintai Allah pasti juga akan dicemburui oleh-Nya.
Misalnya Anda bekerja mencari uang ternyata Anda bekerja untuk memuaskan diri, memuaskan hati dengan kehidupan materi. Ciri bekerja untuk memuaskan diri adalah penghasilan kerja membawa Anda kepada maksiat dan kepada sikap egoisme, seluruh keberlimpahan yang Anda peroleh menjadikan Anda makin ringan maksiat dan gelap hati.
Bagaimana Allah cemburu kepada Anda? Ketika Anda bekerja untuk kepuasan diri, dan ternyata Allah mencintai Anda, Dia pun akan melakukan tindakan cemburu-Nya, Allah berusaha menyingkirkan kesenangan materi dari diri Anda.

Dalam keadaan ini Anda seperti menuangkan air kedalam ember yang bocor, semakin banyak air yang dituangkan ke ember, air itu akan habis juga. Hal ini dikarenakan Allah melihat diri Anda sangat detail, Dia Maha tahu, kalau Anda disukseskan saat ini, maka Anda akan lepas dari cinta-Nya, Anda sukses tetapi lupa diri dan berlimpah tetapi makin maksiat.
Bahkan bila Allah sangat mencintai Anda Dia tidak akan ragu-ragu menghantam Anda dengan bencana, Anda dihantam musibah yang tragis ketika Anda maksiat pada-Nya. Pagi maksiat, sore dihantam bencana.Hal ini diibaratkan seorang kekasih yang mengamuk pada kekasihnya karena kecemburuannya. Allah tidak rela Anda terlibat terlalu jauh dengan kesenangan-kesenangan selain-Nya yang membuat-Nya cemburu.

Karena itu para kekasih Allah adalah mereka yang menyaksikan dunia ini sebagai kepahitan, dunia terwujud sebagai empedu pahit, racun mematikan. Bukan apa-apa Allah menampilkan dunia sebagai kepahitan bagi para kekasih-Nya, itu hanya agar mereka mengerti bahwa hanya diri Tuhan yang menyenangkan, selain diri-Nya itu racun mematikan.

“Hai dunia, tampakkanlah kepahitanmu pada kekasih-kekasih-Ku, dan jangan kau tampakkan kemanisan-Mu pada mereka, sehingga kau menjadi fitnah bagi mereka.” (Hadits Qudsi Riwayat Al-Qudhā'i).

Para kekasih Tuhan adalah orang-orang yang dihindarkan oleh-Nya dari kenikmatan dunia, agar mereka tidak tertipu oleh dunia. Para kekasih Tuhan adalah orang-orang yang mendapatkan cinta-Nya, paling banyak dicemburui-Nya, mereka tak pernah bisa menikmati kesenangan dunia, namun sebaliknya mereka banyak terpahiti bahkan tertimpa musibah di dunia.

Para kekasih Tuhan adalah orang-orang yang sering dicemburui oleh-Nya. Semua itu karena Tuhan cinta pada mereka, Tuhan tak rela mereka tersesat hanya karena kesenangan dunia yang tiada punya arti bahagia.

Setelah mereka mandiri di dalam diri-Nya, baru para kekasih Tuhan itu dilepas, diridhai memegang kemegahan dunia. Yang memegang pun hanya tangan mereka, bukan hati mereka.
Ketika Anda merasa hidup Anda ruwet padahal Anda sudah berusaha taat dan baik, sadarilah bahwa itu bukan Allah sedang egois pada Anda, namun Allah hanya cinta pada Anda. Setiap cinta akan melahirkan egoisme, namun ego cinta adalah upaya emosi agar kekasih yang dicintai bisa dekat dengan diri-Nya.

Sadarilah, saat itu Allah menunggu sikap dewasa Anda, dewasa dalam taat, dewasa dalam mental, dewasa dalam hati, hingga kekuatan Anda melampoi semua kelemahan dan syahwat Anda.

Nah, ketika Anda mudah berlimpah tetapi Anda makin maksiat, egois Anda makin menonjol, akhlak Anda makin buruk, sadarilah saat itu Anda tidak dicintai-Nya karena Anda lepas dari cemburu-Nya. Anda maksiat, dibiarkan. Anda menyakiti orang, dibiarkan. Anda tidak beretika, dibiarkan. Itulah saat Anda lepas dari cemburu-Nya, lepas dari cinta-Nya.

post muhamad rofiq

Cahaya (Surat Al kahfi)

Sering orang bilang, “Gue lagi gelap neh…”. Atau: “Surem dah kayaknya masa depan saya.” Ada yang seperti di kegelapan. Ga tau musti gimana. Atau kayak jalan di tempat. Ga ada perubahan. Ga ada perbaikan dan peningkatan.
Maka sedari kecil saya udah demen banget baca Al Kahfi. Utamanya dari antara malam kamis maghrib, sampai dengan jumat maghrib. Sebab sesiapa yang baca Al Kahfi di malam Jumat sampai dengan Jumat maghrib, waktunya, maka dia dikasih Cahaya. Dapet Nur.
Ini cerita tentang buah dari amal. Walo jangan juga terus-terusan kepengen buah di dunia. Walopun juga ga akan ngurangin buah di akhirat. Tapi biar pegimana, buah di akhirat, tetap lebih keren untuk diarepin. Cuma, buah di dunia juga, merupakan salah satu tanda amal diterima.
Jika dia pebisnis, bisnisnya moncer. Sebab bercahaya. Punya NUR. Kan ada orang yang bisnisnya serba mentok. Itu barangkali sebab dia berada di kegelapan. Ibarat di kamar, lampu mati. Jalannya kan ngeraba-raba. Kepentok pentok. Di dunia ini, jika berjalan tanpa cahaya-Nya, repot pot pot pot.
Seseorang yang belom berjodoh, bisa jadi dia ga ada NUR-Nya. Ga ada cahaya-Nya. Bisa jadi loh ya. Artinya, ya ga mesti. Siapa tau, ujian. Secara saya waktu itu pelajar, terang banget saya. Perasaaan, he he he. Bersinar. Ga demek, ga lecek, ga suram.
Tapi boleh juga mikir gitu. Ibarat kamar juga yang gelap. Mana keliatan barang-barangg di kamar tersebut. Tapi dikasih cahaya sedikit saja, keliatan semua-semua. Bila pekerja baca ini, maka karirnya terang, kira-kira begitu. Dan ini bukan perkara merupiahkan amal, atau menduniakan amal.
Di antara jutaan orang yang butuh jodoh, dia ga keliatan sama pencari jodoh yang lain. Atau sama-sama “dibutakan” dua-duanya. Saling ga nemu. Yang butuh jodoh, yang nyari jodoh, sama-sama ga nemu. Kudu bawa penerang. Kudu bercahaya. Kudu ber-Nur. Supaya keliatan. Atau supaya bisa melihat yang lain. Secara banyak yang belom berjodoh, koq ya belom atau tidak keliatan yang lain yang sama-sama belum berjodoh.
Segala ikhtiar udah dilakukan supaya berjodoh. Tapi ga ada yang liat, sebab ikhtiarnya kayak dilakukan di tempat yang gelap.
Ga ada yang liat. Dari mulai nyebrang bulak balik lampu merah, sambil dadah-dadah ke pengendara mobil, he he, dan berkaoskan: De Jomblo, ha ha. Atau udah ngiklanin di 19 koran lokal dan nasional. “Heiii… I’m Jomblo… If you are the same jomblo, please call me…” Tetep aja ga ada yang liat, ga ada yg baca. Sebab itu tadi, kayak dilakukan di tempat yang gelap, yang liat juga gelap lagi, sama-sama dah. Tar, dia diem aja di rumah, sinarnya terang banget sampe ke langit. Orang bakal datang ngelamar dia.
Begitu juga pengusaha, pebisnis. Usahanya udah diapain aja, tetep aja buntu, mentok, ga bekembang. Pake logika itu aja. Karena itu, penting banget baca Al Kahfi. Baca juga artinya. Pelan-pelan. Atu-atu. Sampe meresap. Dan berulang, berulang, terus berulang. Secara di Al Kahfi ada kisah pemuda-pemuda yang ga bisa ngapa-ngapain sebab ada di gua yang gelap. Toh Allah kasih cahaya kemudiannya.
Di ayat ke-10 nya, ada doa tuh. Untuk semuanya, agar dapat jalan keluar, dapat hidayah, dapat bimbingan, dapat bimbingan. Dari Allah. Cahaya-Nya, Nur-Nya, “ditelen” langsung. Ya, dengan ngafal, kayak nelen tuh cahaya. Langsung ke dalem tubuhnya, pikirannya, hatinya.
Buat yang dah biasa Yasinan (baca Yaasiin), tetep aja baca. Jangan ditinggal kebiasaan baik sejak kecil. Ga masalah dengan bid’ah. Keren dah, bisa Al Kahfian, juga bisa Yasinan. Lagian, jangan serahkan hidup sama kesibukan melulu. Makin geer tuh kesibukan.
PR nih. Coba search. Cari, kata-kata Nur, Cahaya, di Al Quran. Buat catatan-catatan. Nih PR sungguhan. Bukan hanya bacaan loh.
Al Kahfi itu 110 ayat. Kalo satu hari satu ayat, itu 110 hari ngafal Al Kahfi, plus artinya. Tar habis ngafal surah Qoof, Al Kahfi dah.
Di Al Quran, kata-kata Nuur, atau Nur, atau pake keyword cahaya, cukup banyak. Cari, dan amati (tadabburi) ayat-ayat tersebut. Kasih catetan, dan perhatikan ayat-ayatnya, juga ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, yang mengandung kata-kata itu: kata-kata Nur, Nuur, atau cahaya.
Yang belum hamil juga, barangkali berjalan kegelapan. Sperma ga bisa menuju ovum. Sebab nyasar mulu, he he. Ga ada petunjuk masuk. Dengan rajin-rajin suami istri ngumpulin cahaya, termasuk dari Al Kahfi, ni sperma kayak dituntun nanti masuk ovum. Keren. Ada malaikat nanti yang membuka jalannya, dan menuntunya masuk, hingga kemudian terbuahi dengan Nur-Nya. Keren banget dah.
Jangan lupa doain saya, doain saya, doain saya. Saban habis shalat yak. Yang haidh juga doain lah saya. Doa kan ga ada batasan.
Love you all dah…
Salam hormat, Yusuf Mansur. Sodara dunia akhirat. Aamiin.

Menjadi Ibu Rumah Tangga Atau Wanita Karir

Zaman sekarang banyak yang baperan, mengungkit-ngungkit masa lalu dan nggak bisa move-on, karena itu biar kekinian saya juga ikut mengungkit masa lalu, ini rangkaian twit yang saya repost 2 tahun lalu, semoga ada manfaatnya smile emotikon
Why Fulltime Mother
Saya masih ingat beberapa tahun lalu sebelum Muslim, Papi sempat menasihati saya perihal "Ibu Rumah Tangga"; "Lix, selama papimu masih bisa mencukupi keluarga, mamimu tugasnya di rumah", tegas papi berpendapat soal IRT
Padahal saat itu isu feminisme sedang santer, wacana wanita karir sedang panas-panasnya, arus genderisme mewabah, tapi Papi tenang aja lalu menyampaikan, bahwa dia ingin yang terbaik bagi anak-anaknya, dan itu berarti perhatian full dari ibu mereka
Hidup kala itu tidak mudah, dan akal lebih mudah seandainya mami bekerja, tapi Papi sudah mengambil pilihan, dan itulah yang ia jalani. Karena semua manusia punya pilihan, apa yang didapat dan apa yang dikorbankan, semua selalu tentang pilihan
Sebelum Muslim pun saya tumbuh dengan memahami bahwa lelaki dan wanita tidaklah sama, bahwa mereka punya kelebihan di bidang masing-masing
Begitu juga posisi ibu dalam dunia anak itu tidak tergantikan, perhatian seorang ibu pada anaknya takkan terbeli sebanyak apapun harta. Dan posisi ibu itu tidak bisa diulang kembali karena umur anak takkan bisa diputar lagi
Maka ketika memilih calon ibu dari anak-anak kami, saya syaratkan; "Maukah engkau menjadi fulltime-mother bagi anak-anak? Saya nggak mau ketika anak dewasa lalu bermaksiat, kita menyesal 'mengapa dulu tidak habiskan lebih banyak waktu bersamanya?!'"
Itu pemahaman sebelum Muslim, saat sudah mengenal Islam, saya memahami betul Islam paling memuliakan wanita
Beda dengan feminisme menjadikan materi sebagai standar sukses, wajar bila mereka merasa dunia tidak adil, karena materi jadi penanda sukses.
Feminisme menganggap waniat modern harus lebih mirip lelaki, bahwa bila wanita tidak bekerja maka wanita akan direndahkan. Feminisme sukses mendidik wanita melihat kesuksesan sebagai, punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, buka aurat dan sebagainya
Wajar hasilnya di negara-negara asal feminisme, wanita jadi lebih malas berkeluarga apalagi memiliki anak, karena kerja dan menikmati dunia lebih asyik
Menurut pandangan feminis, IRT itu perendahan martabat perempuan, tidak modern, perbudakan terhadap wanita. Wajar di negara-negara yang vokal feminisme, perceraian pun memuncak, karena tidak ada satu pemimpin dalam keluarga
US misalnya yang jadi kampiun feminisme, angka perceraian mencapai 50% per 2012 sila rujuk http://t.co/OUvEkdUY8L
"Nearly 80% cited financial problems as the leading cause of the marital demise" (Carr, 2003, p.10) http://t.co/zQFsyYQuqe
Feminisme mangaburkan fungsi ayah dan ibu dalam rumah tangga, hanya semata-mata demi mendapat lebih banyak materi, akhirnya meningkatlah angka single parentshttp://t.co/k9eNybXtq7 dan jelas broken home http://t.co/yUvU499gT9http://t.co/qAjjFfHBQJ
Banyak juga studi-studi yang menperingatkan, sangat sulit untuk memadukan ibu dan karir sekaligus http://t.co/mu5t6N2u3m
Sebagai tambahan, US yang melahirkan gerakan feminisme saja, sudah banyak bermunculan gerakan anti-feminisme sebagai gantinya. Di US, sudah banyak wanita sadar bahwa feminisme mengorbankan keluarga, mereka ingin kembali menjalankan peran ibu rumah tangga
Karena seberapa banyak waktu pun yang didedikasikan untuk mendidik anak | tiada pernah akan ada waktu yang cukup untuknya
Ada yang berucap "Saya ibu sekaligus karyawan, anak saya baik-baik saja". Nah, di-sambi aja sudah baik, apalagi bila fulltime-mother? tentu sangat baik, ya kan?
Lalu pertanyaan prinsipil, "apakah Islam melarang wanita bekerja?", "apakah wanita tidak boleh berpendidikan tinggi?". Dalam Islam hukum wanita bekerja itu mubah (boleh), sedangkan menjadi "ibu dan pengelola rumah tangga" itu kewajiban
Jadi sah-sah saja wanita memilih bekerja, namun beres juga kewajibannya, tentu bila dia lebih memilih yang wajib, itu yang utama, yang kita bahas disini adalah, mereka yang memiliki PILIHAN, apakah ingin mengutamakan wakti terbanyaknya untuk keluarganya, ataukah yang lain selain itu
Hidup memang perkara pilihan, dan Islam memerintahkan untuk memaksimalkan waktu ibu untuk anak-anaknya, urusan uang biar ayahnya
Bagaimana dengan wanita yang ditinggal suami apapun alasannya? Tentu saja ini bukan pilihan, tapi keterpaksaan, maka bekerja menafkahi anak tentu amal pahala besar baginya
Intinya, karir terbaik wanita adalah menjadi ibu sepenuhnya
Tentang pendidikan terhadap wanita? Tidak bosan-bosan saya sampaikan, bahwa seorang ibu HARUS terdidik sempurna, tinggi dan luasnya. Bahkan wanita Muslimah WAJIB lebih terdidik daripada lelaki, karena ialah madrasatul ula (pendidikan pertama dan utama) anak-anaknya
Maka jangan tanya "Untuk apa pendidikan tinggi bila hanya jadi IRT?", karena jadi IRT justru perlu pendidikan tinggi. Karena di tangan kaum ibu generasi Muslim berada, bukan hanya di tangan ayah generasi Muslim dibentuk
Ayah, didalam Al-Qur'an adalah penentu kerangka berpikir, penentu arah jalan, tauhid, tidak syirik, sedangkan eksekusi di lapangan, ibu yang lebih berperan
Banyak wanita yang sebetulnya bisa menggapai dunia lebih dari lelaki, tapi mereka mengorbankan segalanya demi anaknya, sangat MULIA. Dam dari ibunda MULIA semisal itulah, menjadilah Imam Syafi'i, Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad
Rata-rata ulama besar itu menghabiskan masa kecil dalam yatim, ibu merekalah yang mendidik dan mendaras Al-Qur'an setiap waktu
Sembah sujud kami pada Allah yang selalu menjaga dunia dengan para ibunda MULIA, yang mau mengorbankan semua buat kami anak-anaknya. Hormat khidmat kami padamu wahai ibu, yang gadaikan semua waktu tanpa sesal dan keluh, membina kami jadi yang terbaik dalam agama. Pada para bunda MULIA doa kami, "Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana keduanya TELAH MENDIDIK AKU WAKTU KECIL" (QS 17:24)
Kembali lagi semua masalah pilihan, part-time mother or full-time mother? You decide grin emotikon

Kalam Ulama

KALAM ULAMA.....

5 Nasehat Habib Ali Bin Muhammad al-habsyi (Pengarang Maulid Simthud Duror)
Agar Selamat Dunia dan Akhirat
1. Berhati-hatilah dalam memilih kawan dan teman, mengingat pergaulan itu amat besar pengaruhnya dalam kehidupan dan membentuk kepribadian seseorang.
2. Berpegang teguhlah pada thoriqoh para ulama terdahulu. Bersungguh-sungguh dalam bertakwa kepada Allah baik dalam keadaan sendirian maupun dalam keramaian sebaga bekal utama dalam mengarungi kehidupan ini, dan juga tekunlah dalam menuntut ilmu yang bermanfaat serta tinggalkanlah kebiasaan dan pola hidup yang tidak berguna.
3. Ketahuilah adanya pertemuan-pertemuan di dalam majelis dzikir dan majelis ilmu itu bisa membawa kemanfaatan dan kebaikan yang besar pada umat manusia. Dan ketahuilah bahwa perkumpulan kita dalam suatu majelis dzikir dan ilmu berada dalam pengawasan junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Melalui perkumpulan semacam itu cahaya ilahiyah akan memancar kepada siapapun, baik yang dekat maupun yang jauh, baik bagi mereka yang taat maupun yang bermaksiat, baik yang alim maupun yang jahil. Orang yang hadir dalam majelis tersebut, sewaktu pulang akan membawa keuntungan yang besar.
4. Sangat penting bagi kita untuk memperhatikan akan pentingnya belajar dan mengajarkan ilmu agama. Disela-sela kesibukan kita dalam mengumpulkan harta hendaknya kita harus mau menyisihkan sebagian harta kita untuk para penuntut ilmu.Gunakan waktu dan kesempatan kita untuk belajar dan mengajarkan ilmu. Kita melihat manusia di zaman akhir ini telah kehilangan semangat untuk belajar dan mengajarkan ilmu agama. Mereka terlalu sibuk untuk memperkaya diri, menghabiskan waktunya untuk urusan-urusan duniawiyah.
5. Jagalah silaturahmi dan juga berbuat baiklah kepada kedua orang tua. Ketahuilah barang siapa yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ia akan beruntung di dunia dan akhirat. Dan siapa saja yang durhaka kepada kedua orang tuanya dia akan rugi dan celaka di dunia maupun akhirat. Tidak ada amalan yang manfaatnya paling besar didunia ini selain berbakti kepada kedua orang tua. Dengan berbuat baik kepada orangtua, seorang anak akan lebih dekat dengan Allah dan juga Rasul-Nya dan terhindar dari suul khotimah.
‪#‎foto‬ : Habib Anis bin Alwi Alhabsyi solo......dan guru sekumpul Muhammad Zaini bin Abdulghoni....
‪#‎smoga_manfaat‬

Ketika Harta Datang Dan Pergi

«{ Ketika Harta Datang dan Pergi }»

Suatu hari istri seorang Ustadz yang begitu sholeh mengeluh tentang persediaan uang untuk kebutuhan rumah tangga yang tinggal sedikit, maka suami- pun menjawabnya dengan tenang
" Santai aja ibu, duit kalo tinggal dikit artinya mau dateng lagi "
Subhanallah ungkapan yang sangat singkat namun padat, begitulah kelebihan yang Allah berikan kepada para ulama, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair
"خير الكلام ما قل ودل
" Sebaik baik perkataan yang sedikit dan argumentatif "
Ungkapan diatas mengajarkan kita bahwa uang itu mengisi tempat yang kosong, karenanya jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagian-nya untuk membantu sesama.
Uang itu bagaikan air yang didalam gelas, jika belum kita minum, maka air didalam botol tak akan bisa mengisinya
Uang itu bagaikan air jika ditahan dia kotor, adapun jika kita melepasnya maka ia akan bersih
Uang itu bagaikan air, Jika ia ditahan, maka ia akan mencari jalan keluarnya sendiri, karenanya nabi Muhammad berujar:
"ما خالطت الصدقة مالا إلا أفسدته
"Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut "
Harta akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui berbagai macam cara, seperti "anak kita yang sakit sehingga harus ke dokter, handphone kita yang hilang, mobil kita yang rusak dan lain lain yang menguras harta kita
Uang itu seperti udara, ia selalu mengisi ruang yang kosong, karenaya berbagi dan kosongkanlah, biarlah Allah dengan caranya mengisi kehampaan itu.
Semoga harta kita semua dimiliki oleh hamba-hamba yang sholeh, karena sebaik-baik harta ialah yang dimiliki oleh hamba yang sholeh
Barokallah fikum
La tansana min duaikum
Oleh: Ust. Oemar Mitta, Lc.