Tuesday, 2 February 2016

Jodoh itu..

Jodoh itu....
1. Jangan menikah karena kesepian, menikah karena orang lain sudah menikah semua, tinggal kita seorang yang belum, aduhai, pernikahan itu bukan trend, yang semua orang bisa ikut-ikutan, apalagi karena nggak enak terlihat aneh sendiri. Dan terlepas dari itu, catat baik-baik, banyak orang yang setelah menikah, dia tetap merasa sepi, sendirian.
2. Jangan menikah karena alasan orang lain. Itu betul, dalam peristiwa dramatis, kita bisa segera menikah agar orang tua sempat menyaksikan sebelum meninggal, agar mereka bahagia. Tapi menikahlah karena alasan kita sendiri, jadikan itu patokan terbesar. Karena yang menjalani kehidupan berumah-tangga itu adalah kita, bukan orang lain. Dan karena, jika besok lusa pernikahan itu gagal, kita tidak menyalahkan orang lain--itu sungguh tiada manfaatnya.
3. Semua pernikahan itu punya masalah. Bohong jika ada yang bilang keluarga mereka baik-baik saja sepanjang masa. Lantas kenapa sebuah pernikahan bisa awet? Karena ada yang sabar dan mengalah. Satu-satunya bekal pernikahan yang tiada pernah kurang adalah: sabar. Punya sabar segunung, tetap kurang banyak. Punya sabar selangit, pun tetap kurang banyak. Jadi bekalnya tidak harus mobil, rumah, peralatan dapur, dsbgnya. Sekelas Umar Bin Khattab saja masih membutuhkan rasa sabar ekstra.
4. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita. Tidak ada alatnya, tidak ada aplikasinya, dan tidak akan ditemukan. Kita baru tahu setelah kita menjalani pernikahan tersebut. Dan rumitnya, itu juga belum cukup. Banyak yang berpisah jalan setelah sekian lama menikah. Lantas kapan dong kita baru tahu persis? Tidak ada jawabannya. Nah, dengan situasi seperti itu, jangan habiskan waktu dengan cemas apakah ini jodoh terbaik atau bukan. Jika kalian muslim, tegakkanlah shalat istikharah, dapatkan keyakinan, kemudian bismillah, jalani dengan mantap.
5. Well, tidak ada jodoh yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti punya kekurangan. Ada yang ganteng/cantik pol, ternyata kalau tidur ngoroknya seperti sirene. Ada yang bertanggung-jawab nan setia, ternyata pelupa, dia lupa harus menjemput istrinya di manalah. Tapi kita selalu bisa membuat yang tidak sempurna itu menjadi indah, keren, seperti pelangi, sepanjang kita bersedia menerima kekurangannya. Orang2 yang sibuk memasang kriteria sempurna bagi calon jodohnya, akan hidup sendiri hingga alien menyerang bumi.
6. Tidak ada yang tahu kapan persisnya kita akan menikah. Eh, yang masih kecentilan, manja-manja, ternyata besok sudah menikah, atau malah punya anak dua. Yang terlihat dewasa sekali, sudah siap sekali, bahkan bijak nian bicara soal menikah, ternyata bertahun-tahun tetap sendiri. Maka, saat kita tidak tahu kapan jodoh itu akan datang, fokuslah memperbaiki diri sendiri. Saat kesempatannya datang, ingatlah nasehat lama, kesempatan baik tidak datang dua kali. Tapi ketika kesempatannya lolos, gagal, juga ingatlah petuah orang tua, akan selalu ada kesempatan2 berikutnya bagi orang yang sabar.
7. Pekerjaan tetap, mapan, dan lain-lain itu jangan dijadikan syarat mutlak mencari jodoh. Itu betul, sungguh menyenangkan jika jodoh kita ternyata sudah mapan, berkecukupan. Tapi boleh jadi akan lebih spesial lagi, jika kita bersama-sama menjalani hidup sederhana, untuk kemudian menjadi lebih baik setiap harinya. Lebih baik pastikan saja, semua pihak memahami tanggungjawabnya. Misal, adalah tanggungjawab suami mencari nafkah. Boleh istri bekerja? Ikut membantu nafkah keluarga? Dikembalikan ke masing2 pasangan mau seperti apa. Tapi jelas sekali, jika istri bekerja, penghasilannya adalah milik dia--soal dia mau memberikannya ke keluarga atau tidak, itu urusan dia. Tanggungjawab mutlak tetap ada di suami. Pemahaman2 seperti ini penting loh, agar kalian laki-laki yang sekarang sibuk galau, apalagi sibuk tebar pesona, tahu persis saat menikah nanti.
8. Mencari jodoh itu tidak rumit. smile emotikon Ini beneran loh. Mencari jodoh itu sederhana. Kalian bisa meminta orang tua mencarikan (karena itu juga salah-satu kewajiban mereka). Juga bisa minta sahabat menjadi intel perjodohan. Jodoh itu ada di mana-mana, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di angkutan umum saat berangkat beraktivitas, di mesjid, di komplek rumah, dll, dll. Tapi kenapa kadang terasa rumit sekali? Karena kitalah yang membuatnya rumit. Catat baik-baik, di dunia ini sudah milyaran orang pernah menikah. Milyaran pasangan. Nah, di mana rumitnya jika orang lain toh milyaran telah menikah.
9. Terakhir, kalau kalian mau belajar banyak hal tentang jodoh, maka jangan belajar dari novel2 (apalagi novel Tere Liye), dari film fiksi, dari sinetron, serial. Aduh, itu fiksi loh. Dikarang2 saja sama penulis ceritanya. Melainkan belajarlah dari orang tua di sekitar kalian. Kakek-nenek, opa-oma, mbah buyut, yang sudah menikah puluhan tahun, tapi tetap langgeng dan bahagia. Amati, pelajari, dengarkan nasehat mereka, itu penting sekali, kehidupan mereka bisa jadi contoh. Maka besok lusa saat kita menikah, mendadak muncul masalah serius, kita bisa meneladani mereka, bagaimana cara mereka mengatasi masalah. Itu selalu bisa jadi pelajaran kehidupan yang tiada ternilai.
*Tere Liye

Perkara kita masuk surga atau neraka, itu hak sepenuhnya milik Allah

Air kalau didinginkan akan menjadi es, dan bila dipendam berabad-abad lamanya bisa menjadi akik. Nah, apa bedanya air dengan es? Es dapat di sigar atau dipecah-pecah. Sementara air tidak bisa. Itu memuat pelajaran: kuat manakah orang yang keras (atos) dengan orang yang lembut. Jamaah mulai mencerna. Lalu Cak Nun menarik garis bawah, “Makanya jangan gampang menuding-nuding, jangan gampang marah-marah. Perkara kita masuk surga atau neraka, itu hak sepenuhnya milik Allah.”
Selangkah lebih maju, Cak Nun bertanya, air dan es itu sebenarnya sama atau tidak. “Siji tho asline?” Nah, hidup juga demikian. Jangan mudah mengatakan orang itu keras atau atos, sebab sebenarnya yang terjadi adalah keadaan yang berbeda. “Ini sekaligus supaya kita semua paham dalam memahami Kanjeng Nabi Muhammad. Kapan saat nabi itu tampil sebagai air dan kapan tampil sebagai es,” jelas Cak Nun.
Lebih mendalam lagi, Cak Nun kemudian menguraikan bahwa kalau air itu direbus, ia akan menjadi uap (udara). Jika air dan es bisa dilihat, berbeda halnya saat air itu mendidih dan menguap, maka ia tak bisa dilihat. Itu berarti mata kita sangat terbatas. Hal itu mengandung arti kita tidak boleh gegabah dalam menilai manusia atau orang lain. Ada orang yang berbuat baik dan ia mungkin menyembunyikannya atau tidak memperlihatkannya pada orang lain, itu artinya pada posisi “uap”. Tak terlihat oleh umumnya orang, tetapi bukan berarti tak melakukan sesuatu.
“Mencari ilmu itu mudah, karena semua ini adalah ayat Allah. Ilmu Allah mblader akeh nengdi endi (banyak dan di mana-mana). Dengan belajar dari cair, padat, dan menguap, kita bisa memperoleh ilmu dan sikap hidup yang banyak,” tegas Cak Nun setelah mengajak jamaah mengambil cara berpikir. Pelajaran lain yang disampaikan Cak Nun adalah keseimbangan. “Hidup itu yang satu merendah, sementara yang lain menjunjung atau menghormati.”
Selanjutnya, menyambung ke Maulid Nabi Muhammad Saw, Cak Nun mengingatkan bahwa dalam memahami peran, perilaku, sikap, akhlak, dan keputusan-keputusan Kanjeng Nabi Muhammad, kita dapat melihat dan mempelajarinya dalam perspektif uap, es, dan air. Selain itu, saat memperingati Maulid Nabi, hendaknya kita tidak hanya mengingat sosok manusia agung yang terlahir dari Sayyid Abdullah dan Siti Aminah dan berusia 63 tahun, melainkan juga sampai kepada Nur Muhammad. Bahkan harus sampai pada kesadaran mengenai bagaimana Allah punya ide penciptaan akan alam semesta, yang didahului dengan diciptakannya Nur Muhammad.
cak nun

Kisah Nyata Hikmah Perayaan Maulid

Kisah Nyata Tentang Perayaan Maulid
----------------------------------
PENCINTA MAULID
Sebuah kisah yang terjadi pada masa Sultan Shalahuddin berkuasa, dimana setelah Beliau mengumumkan dan memerintahkan agar seluruh kaum muslimin sedunia mengadakan Haflah/
perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. di negaranya masing-masing pada tahun 580 H, ada seorang saudagar kaya raya yang tinggal sebuah pemukiman penduduk desa/qoryah di suatu lembah.
Saudagar ini juga mendengar pengumuman Sang Sultan agar kaum muslimin tiap tanggal 12 Rabiul awal mengadakan acara maulid nabi dengan membaca shalawat nabi dan sejarahnya.
Maka saudagar ini sebelum tanggal 12 Rabiul awal pergi ke pasar sendiri dan belanja makanan dalam rangka menjamu tamu saat diadakan peringatan maulid nabi di rumahnya dengan mengundang tetangga kanan kirinya.
Tiap tahun dialakukan seperti itu, saat ditanya pegawainya, kenapa harus kepasar sendiri, kenapa tidak menyuruh pegawainya saja untuk pergi ke pasar belanja, Saudagar itu menjawab, saya pergi belanja kepasar sendiri, itu saya lakukan demi cinta saya pada nabi Muhammad SAW.
Pada suatu saat dia diuji oleh Allah, dagangannya bangkrut, hartanya habis, bahkan untuk makan saja susah. Dan menjelang tanggal 12 Rabiul awal sebagaimana biasanya dia mengadakan peringatan maulid Nabi di rumahnya, tahun itu dia tidak bisa lagi. Suatu hari dia kelihatan bersedih dan murung di kamar, rupanya ada hal besar yang dia sedang pikirkan.
Melihat wajah yang sedih itu, istrinya menghampirinya dan menenangkan jiwanya sambil berkata :
“Kenapa Kakanda kelihatan murung dan ini tidak biasanya Kakanda bersedih seperti ini, ada apa gerangan yang menjadikan Kakanda bersedih, apakah Kakanda memikirkan harta kita yang habis ini?” Saudagar itu menjawab: “Wahai Adinda istriku tercinta, saya bersedih bukan karena memikirkan harta kita yang habis, juga bukan karena tiap hari kita kekurangan makanan, tetapi saya bersedih karena saya tahun ini tidak bisa mengadakan peringatan maulid nabi di rumah kita, saya bersedih karena tidak bisa mengundang tetangga kanan kiri untuk membacakan shalawat dan sejarah nabi Muhammad SAW”.
Istrinya yang shalehah itu berkata : “Wahai suamiku, bagaimana pendapat kakanda kalau saya gadaikan diri saya untuk bekerja serabutan atau sebagai pembantu di rumah orang kaya di kampung kita ini, dengan begitu saya akan dapat uang dan uang itu bisa kakanda gunakan untuk mengadakan acara maulid nabi dirumah kita”. Suaminya menolak dan berkata: “Jangan, aku tidak rela kalau engkau yang bekerja, akan tetapi jika anak-anak kita yang bekerja saya setuju”. Tiba-tiba anak-anaknya pada datang dan menawarkan diri.
Rupanya anak-anaknya sejak tadi menguping pembicaraan kedua orang tuanya ini. Maka berangkatlah keluarga ini kerumah orang kaya yang ada dikampung itu dan menawarkan salah satu anaknya untuk bekerja selama satu tahun dengan syarat uang gajinya diberikan didepan.
Orang kaya itu setuju dan meminta anaknya yang paling besar untuk bekerja di rumahnya selama satu tahun dengan gaji 10 Dinar.
Selanjutnya uang itu dibawa ke pasar dan belanja makanan, buah-buahan, gandum dan lain-lain.
Setelah dirumah bahan makanan itu dimasak dan pada tanggal 12 Rabiul Awal, dia mengundang tetangga kanan kiri agar hadir di rumahnya untuk membacakan shalawat nabi bersama-sama sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Rupanya tetangganya itu tidak ada yang mau datang, ada yang alasan giginya sakit, ada yang beralasan ada keperluan lain, intinya tidak ada orang yang mau datang sejak dia jatuh miskin ini. Maka bertambah sedihlah hati si saudagar yang dulunya kaya ini.
Dia pergi ke kampung sebelah juga tidak ada yang mau.
Tapi pada saat dia berada ditengah jalan diluar kampung, dia bertemu dengan sekelompok orang bersurban putih-putih dan diantaranya ada salah seorang bersurban hijau.
Saudagar ini langsung menawari agar mereka sudi mampir ke rumahnya untuk membacakan shalawat bersama-sama. Sekelompok musafir ini bersedia, bahkan sambil berjalan menuju rumahnya saudagar itu mereka bershalawat pada nabi SAW. Sesampainya di rumah, saudagar ini mengeluarkan hidangan untuk disuguhkan.
Setelah dipersilahkan untuk mencicipinya, para musafir itu hanya membuka tutupnya saja tapi tidak ada satupun yang memakannya, lalu ditutup kembali.
Setelah beberapa saat para musafir ini minta ijin untuk pergi melanjutkan perjalanannya dan tinggallah satu seorang.
Betapa kagetnya saudagar ini saat melihat para musafir itu berjalan beberapa langkah tiba-tiba hilang. Maka salah seorang musafir yang tinggal berkata: “Saudagar! Ketahuilah kenapa mereka tidak mau makan hidanganmu? Karena kami ini adalah malaikat yang mendapat perintah Allah untuk menemuimu, sedangkan ada diantara kami yang berpakaian hijau itu adalah Rasulullah SAW.”
Setelah berkata begitu malaikat itu juga mohon diri dan tiba-tiba hilang dari pandangan mata.
Hati keluarga ini benar-benar tegang melihat kejadian ini dan betapa terkejutnya lagi setelah saudagar ini membuka tutup hidangan yang disiapkan untuk tamu tadi, karena buah-buahan, kue-kue dan makanan yang lain berubah menjadi emas murni yang mahal harganya.
Semua orang di keluarga ini menangis dan sujud syukur atas pemberian Allah ini. Maka menyebarlah berita ini ke seantero negeri, bahkan Sultan Shalahuddin sendiri sempat meninjau ke rumahnya dan memerintahkan sebagian pasukannya untuk ikut menjaga harta saudagar ini. Selanjutnya dijuallah sebagian kecil dari emasnya itu dan uangnya dipergunakan untuk menebus anaknya yang digadaikan dengan mempekerjakan selama satu tahun tadi.
Rupanya orang kaya yang mempekerjakan anaknya itu tahu akan berita yang dialami saudagar ini, maka anaknya itu dikembalikan begitu saja tanpa minta uang sepeserpun sebagai ganti ruginya.
Subahanallah, semoga kisah ini bermanfaat bagi kita semua, yang rindu akan hadirnya Rasulullah SAW disisi kita.
Aamiin.

Tujuh Amaliyah Dari GUSDUR

7 Amaliyah dari Gusdur

Gus Dur sapaan akrab dari KH. Abdurrahman Wahid dikenal sebagai pribadi yang humoris, berkarisma, nyeleneh, dan bijak. Banyak para Ulama meyakini bahwa beliau adalah seorang Wali. Selain dikenal dengan leluconnya beliau juga dikenal sebagai sebagai ilmuan dan banyak mendapat gelar dari berbagai perguruan tinggi mancanegara.

Berikut ini petuah-petuah Gusdur untuk diamalkan setiap hari;

1.Solat Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada solat tahajjudnya. Pastinya doa akan mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah SWT.

2. Membaca Al-Qur’an sebelum matahari terbit, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.

3. Hadirkan diri ke masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemanapun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkatan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT .

4. Jaga solat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada solat dhuha. Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.

5. Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.

6. Jaga wudhu terus menerus karena Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu dalam keadaan solat walaupun ia belum lagi solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, Malaikat berdoa untuknya yaitu “ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT ”.

2. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Ketika Anda Bingung Memilih

Bingung Mau Pilih Yang Mana?

Ketika harus memilih dengan cepat dua pilihan yang membingungkan, Jauhilah apa yang paling disukai hawa nafsu.
Sebagian Ahli Hikmah berkata:
إذا أشكل عليك أمران لا تدري أيها أشد، فخالف أقربهما من هواك، فإن أقرب ما يكون الخطأ في متابعة الهوى
“Jika Anda bimbang menghadapi dua pilihan, tetapi anda tidak tahu mana yang paling bahaya, maka tinggalkanlah sesuatu yang paling dekat/disukai hawa nafsu anda, karena sikap yang terdekat dengan kesalahan itu ada pada mengikuti nafsu”.
Sebagian lagi dari Ahli Hikmah berkata "Jika Anda harus memilih maka pilihlah pilihan yang mendekatkan diri anda kepada Allah".
Imam Hasan Al Bashri berkata "Wahai pemuda! Carilah Akhirat, karena seringkali kita melihat orang-orang yang mengejar akhirat juga mendapatkan dunia. Akan tetapi kita tidak pernah melihat orang-orang yang mengejar dunia juga mendapatkan akhirat".

Rizki, Watak, Akhlaq, Teman, Jodoh, Rintangan dan Anugrah

Rizki, Watak, Akhlaq, Teman, Jodoh, Rintangan dan Anugrah

Nasehat As Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawy

Diantara kalam mutiara nasehat beliau yang berbentuk syair adalah;
إن كنت لا تعرف عنوان رزقك # فإن رزقك يعرف عنوانك.
“Jika kamu tidak tahu alamat tempat rizqimu, maka ketahuilah rizqimu tahu alamat tempatmu.”

إذا أهمّك أمر غيرك فاعلم بأنّك ذوطبعٍ أصيل # وإذا رأيت في غيرك جمالاً فاعلم بأنّ داخلك جميل
“Jika engkau mementingkan urusan orang lain, ketahuilah bahwa kamu punya karakter yang baik. Jika engkau melihat orang lain baik, maka ketahuilah bahwa batinmu juga baik.”

من ابتغى صديقا بلا عيب عاش وحيدا # من ابتغى زوجةً بلا نقص عاش أعزبا
“Siapa yang ingin mencari teman yang sempurna (tanpa aib), maka hidupnya akan sendirian (karena tiada teman yang sempurna). Siapa yang ingin mencari istri yang sempurna (tanpa kekurangan), maka hidupnya akan jomblo (karena tiada istri yang tanpa kekurangan).”

من ابتغى حبيبا بدون مشاكل عاش باحثا # من ابتغى قريباً كاملاً عاش ناقصا
“Siapa yang ingin mencari kekasih tanpa rintangan, maka hidupnya akan dilewati dengan mencari saja (tak akan pernah ketemu). Siapa yang ingin mencari kerabat yang sempurna, ia akan hidup dalam kekurangan.”

إذا أخذ الله منك مالم تتوقع ضياعه # فسوف يعطيك مالم تتوقع تملكه.
“Jika Allah mengambil sesuatu darimu yang tak kau sangka, maka kelak Allah akan memberimu sesuatu yang tak kau sangka kau miliki.”

Galau Karena Rizki? Janganlah..

Galau Karena Rizki? Janganlah..


Imam Ibnul Qayyim berkata:

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkan diri dengan rizki yang sudah dijamin untukmu. Karena rizki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rizki pasti datang.

Jika Allah dengan hikmahNya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan rahmatNya membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya 2 jalan rizki yang lain (yakni dua puting susu ibunya), dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu, rizki yang lebih baik dan lebih lezat dari rizki yang pertama. Itulah rizki susu murni yang lezat.
Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka 4 jalan lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya yaitu 2 makanan dan 2minuman. Dua makanan dari hewan dan tumbuhan. dua minuman dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Kemudian ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah membuka baginya jika dia hamba yang beruntung 8 jalan,itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murahan, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”

Setelah membaca kalam Imam Ibnul Qoyyim diatas, saya teringat dawuh Guruku yang dinukil oleh putranya "Santri Aktif apalagi yang sudah berkeluarga, jangan memikirkan rizki, eman energi jangan dibuat mubadzir oleh sesuatu yang sudah dijamin oleh Allah. Pikirkan kewajiban2 sendiri, kewajiban ibadah kepada Allah Swt, kewajiban ngaji dan belajarnya, kewajiban usaha tidak usah memikirkan hasilnya dan belajar menerima apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT".

Saya juga teringat keterangan dalam kitab Is'adur Rofiq waktu mutholaah dulu. Singkatnya Jangan berlebihan dalam bekerja sehingga mengurangi waktu beribadah karena jika Allah sudah mentakdirkan jumlah rizkinya tidak akan bertambah atau berkurang, yang penting sudah membuka jalan untuk menyambut datangnya rizki.
Semoga manfaat..