Monday, 25 April 2016

Cara Menjaga Harta Tetap Halal

👳Ustadz Menjawab
✏Ust. Rikza Maulana Lc. M.Ag

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
📌Assalamualaikum wr wb. ___________________Pertanyaan nya. , 1⃣ Bagaimana cara menjaga harta agar tetap halal? Krn skrg koq sptnya byk pemasukan subhat...misal spt sisa hasil usaha koperasi,komisi pembelian barang dimana penjual ridla tapi laporan ke perusahaan uang yg dbelikan tdk sebesar yg "sebenarnya" dblanjakan krn kita dpt komisi, dan konds2 yg lain
2⃣. Apakah uang hasil subhat bgitu tdk bs dipakai? Kalau tdk dtrima...org lain jd yg mengambil...apakah lbh mending kita yg ambil tetapi diinfakkan
3⃣. Harta yg halal adalah merupakan jerih hasil sendiri dgn bkerja? 

Mhn djelaskan batasannya. Jazakumullah
Manis 🅰0⃣8⃣, ____________________Jawaban nya. , Waalaikumsalam wr wb. 1⃣ Agar bisa istiqamah menjaga harta tetap halal dan tayib adalah senantiasa berusaha untuk meninggalkan penghasilan yang syubhat apalagi yang haram. Krn dampak rizki haram sangat berat, yaitu
1). Tdk diterima doa dan amal ibadahnya.
2). Membuat hati menjadi keraa
3). Dicabut keberkahan rizkinya
4). Tdk bisa bergerak tapak kakinya di hari Kiamat, dihadapan Allah Swt
5). Masuk neraka wail.
Maka mulai sekarang tinggalkan yg syubhat, terlebih yg haram. Spt SHU koperasi non syariah, kwitansi tdk sesuai aslinya, dsb. 2⃣Uang syubhat boleh digunakan utk dana soaial non konsumtif, spt perbaikan jalan, gerobak sampah lingkungan, perbaikan pos ronda dsb. Tidak boleh yg dokonsumsi langsung oleh manusia. 3⃣ Harta yg halal adalah harta yg bersumber dari yg halal, apakah dari bekerja, investasi, hibah dsb. Indikatornya adalah ketika tidak tercampur dengan yang haram.
Wallahu A'lam 🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Cara Memanfaatkan Waktu Ba'da Ashar Sampai Maghrib di Hari Jum'at untuk Berdoa🍂

Cara Memanfaatkan Waktu Ba'da Ashar Sampai Maghrib di Hari Jum'at untuk Berdoa🍂

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

➡Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” [HR. An-Nasaai dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 703]

📌At-Tirmidzi rahimahullah berkata,

ورأى بعض أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وغيرهم أن الساعة التي ترجى بعد العصر إلى أن تغرب الشمس

“Dan sebagian ulama, baik dari kalangan sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maupun selain mereka berpendapat bahwa waktu yang diharapkan terkabulnya doa tersebut adalah ba’da Ashar sampai matahari terbenam.” [Shahihut Targhib, 1/171]

📖Penjelasan:

1⃣ Zhahir, yang nampak jelas bahwa makna hadits ini mutlak (umum), berdoa setelah Ashar sampai Maghrib dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

2⃣ Apabila dilakukan setelah sholat Ashar sambil menunggu sholat Maghrib di masjid maka ini lebih besar peluang dikabulkannya, karena orang yang menunggu sholat sama dengan orang yang sedang sholat.

3⃣ Apabila sakit maka boleh dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di tempat ia melakukan sholat Ashar sambil menunggu Maghrib.

4⃣ Seorang wanita juga dianjurkan untuk menunggu sholat Maghrib di tempat ia sholat Ashar di rumah seraya berdoa kepada Allah ta'ala.

5⃣ Datang ke masjid lebih awal sebelum sholat Maghrib dengan maksud untuk berdoa setelah melakukan sholat tahiyyatul masjid

DOA

Yaa Allaah Yaa Rohman Yaa Rahiim
Jika saat ini saudaraku sedang tersenyum, semoga menjadi ibadah buatnya.....
Jika ia sedang marah, semoga tak melampaui batasnya.....
Jika ia sedang bersedih, semoga kesedihannya bisa menghidupkan hati dan jiwanya.....
Jika ia sedang sakit, semoga menjadi penggugur dosa-dosanya, dan segera diberikan kesembuhan ...
Jika ia sedang ragu serta bimbang, mantapkan pendirian dihatinya.....
Semoga apa yang ia lakukan hari ini, esok dan dikemudian hari, jauh lebih baik dari waktu yang telah lalu.....
Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertainya....
Yaa Allah Yaa Karim
Muliakanlah kami semua
lapangkanlah hati kami dan bahagiakan keluarga kami...
Luaskanlah rezki kami
mudahkan segala urusan kami jauhkan ia dari segala penyakit, fitnah, prasangka keji dan mungkar serta terimalah semua amal ibadah kami dan kelak jadikanlah kami sebagai penghuni surga-MU.
"Yaa muqollibal quluub,tsabbit qolbii 'alaa diinik"
Wahai Dzat yang Maha Membolak balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu
Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin

aL HIKAM

Pengharapan yang sesungguhnya ialah yang disertai amal perbuatan 
kalau tidak demikian, maka itu hanya angan-angan [khayalan] belaka".

🍁Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang yang sempurna akal ialah yang mengoreksi dirinya dan bersiap-siap untuk memghadapi maut, sedang orang bodoh ialah yang selalu menurutkan hawa nafsu dan mengharap berbagai macam harapan".

🍁Ma'ruf al-Karkhi berkata:
"Mengharap surga tanpa amal perbuatan itu dosa, dan mengharap syafa'at tanpa sebab berarti tertipu, dan mengharap rahmat dari siapa yang tidak engkau taati perintahnya berarti bodoh".

🍁Al-Hasan berkata: 
Wahai hamba Allah berhati-hatilah kamu dari angan-angan [khayalan] yang palsu, sebab itu sebagai jurang kebinasaan, kamu akan lalai karenanya. 
Demi Allah, tidak pernah Allah memberi pada seorang hamba kebaikan semata-mata karena angan-angan belaka, baik untuk dunia maupun untuk akhirat.

💕💕💕💕💕

🍁Sahabat surgaku, jika dikau punya impian seluas jagat
Tulislah impian itu di tempat yg dapat kau lihat
Yakinkan dengan tekad dan semangat yg kuat
Wujudkan dengan usaha maksimal berlipat

🍁Impian sejati seorang muslim adalah meraih surga
Berjumpa dengan para nabi juga Tuhannya
Wujudkanlah dengan amal kebaikan yang nyata
Walau harus berkorban dengan harta, jiwa dan raga

IMUNISASI ALAMI

Info Sehat: "Imunisasi Alami"


Allah SWT, 
Dzat Yang Maha Sempurna,
telah nenciptakan manusia dalam bentuk yang begitu sempurna,
lengkap dengan berbagai sistem imunnya.

Sebagaimana Allah jelaskan dalam Al Qur'an Surat At Tin ayat 4
" Sungguh telah Aku ciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik"

Rasul & Para Shahabat tidak pernah memasukkan Bakteri Yang Dibekukan (imunisasi) ke dalam tubuh mereka,
Tubuh mereka gagah perkasa,
Berhasil menaklukan padang pasir & menguasai dunia.

Inilah "Imunisasi" yang mereka lakukan,
Sebagaimana tertera di dalam Al Qur'an & banyak Hadits baginda mulia Rasulullah SAW:

1) Berbekam sebulan sekali
"Pengobatan yang paling baik bagi kalian adalah berbekam".
(HR Muslim)

2) Habatusaudah
"Gunakanlah habatussaudah karena sesungguhnya di dalamnya terdapat obat bagi semua penyakit kecuali as sam Aku (yakni`Aisyah radhiallahu ‘anha) bertanya: “Apakah as-samu itu?” Beliau menjawab: “Kematian.” (HR. Al-Bukhari)

3) Minyak Zaitun
Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam RA. bahwa Nabi SAW bersabda,
“Zaitun dan waras (sejenis bunga) bermanfaat untuk mengobati radang selaput dada.”

4) Madu
"Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”. (TQS An-Nahl: 68-69).

5) Kurma
“Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma ‘Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga malam hari”. (HR. Bukhari).

6) Kismis
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Biasakanlah memakan kismis karena kismis dapat menghilangkan kepahitan (empedu/cairan kuning), menghilangkan lender, menyehatkan badan, membaguskan rupa, menguatkan saraf dan menghilangkan letih”.

7) Bawang Putih
“Makanlah bawang putih dan jadikanlah ia obat karena dapat mengobati 70 penyakit.” (HR Ad-Dhailami dinisbatkan kepada Ali ra).

8) Jahe
“Kalian harus berbekam dan mengkonsumsi jahe-jahean.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai)

9) Air Zam-zam
“Sebaik-baiknya air di muka bumi ialah air Zam-Zam. Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit.”
[HR. Ibnu Abbas]

10) Susu
Diriwayatkan oleh Imam Abi Daud dari hadits Ibn Abbas, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa diberi makanan oleh Allah, maka ucapkanlah “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam makanan ini, dan berilah kami rizqi yang lebih baik lagi”, dan barangsiapa diberi Allah minuman susu, maka ucapkanlah “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam minuman ini dan tambahilah kami dari susu, karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu".

11) Labu
“Biarkanlah mereka memakan labu, karena labu merangsang akal dan otak (HR Muslim)

Jurus Jitu mendidik aNAK


Jurus jitu mendidik anak. Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A


Prolog
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Di bulan Ramadhan tahun ini, kami mendapat amanah untuk mengimami shalat Tarawih dan Subuh di Masjid Agung Darussalam Purbalingga selama lima hari. Masih dalam rangkaiannya, kami ditugaskan untuk memberikan kuliah Tarawih dan kuliah Subuh. Kebetulan materi pengajian Tarawih seputar pilar-pilar penting dalam mendidik anak.
Karena banyaknya permintaan dari jama’ah, bahan materi tersebut kami kumpulkan dalam bentuk makalah yang kami beri judul “Jurus Jitu Mendidik Anak”. Tentu masih terlalu jauh dari format sempurna, namun semoga yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak -yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu- yang turut andil dalam amal salih ini.
Tegur sapa para pembaca kami nantikan. Selamat menelaah!


JURUS PERTAMA: MENDIDIK ANAK PERLU ILMU
Ilmu merupakan kebutuhan primer setiap insan dalam setiap lini kehidupannya, termasuk dalam mendidik anak. Bahkan kebutuhan dia terhadap ilmu dalam mendidik anak, melebihi kebutuhannya terhadap ilmu dalam menjalankan pekerjaannya.
Namun, realita berkata lain. Rupanya tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ilmu untuk kerja lebih banyak daripada ilmu untuk menjadi orangtua. Padahal tugas kita menjadi orangtua dua puluh empat jam sehari semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja.
Betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan pula karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua.
Padahal, menjadi orangtua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan, tak cukup untuk membuat anak kita menjadi manusia unggul. Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi bukan tidur yang lelap.
Uang bisa membeli rumah yang lapang, tetapi bukan kelapangan hati untuk tinggal di dalamnya.
Uang juga bisa membeli pesawat televisi yang sangat besar untuk menghibur anak, tetapi bukan kebesaran jiwa untuk memberi dukungan saat mereka terempas.
Betapa banyak anak-anak yang rapuh jiwanya, padahal mereka tinggal di rumah-rumah yang kokoh bangunannya. Mereka mendapatkan apa saja dari orangtuanya, kecuali perhatian, ketulusan dan kasih sayang!


Ilmu apa saja yang dibutuhkan?
Banyak jenis ilmu yang dibutuhkan orangtua dalam mendidik anaknya. Mulai dari ilmu agama dengan berbagai varianya, hingga ilmu cara berkomunikasi dengan anak.
Jenis ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orangtua adalah akidah. Sehingga ia bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang kuat dalam jiwa anaknya. Nabi
shallallahu’alaihiwasallam mencontohkan bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah satu sabdanya untuk Ibnu Abbas
radhiyallahu’anhuma,
“ ﺇِﺫَﺍ ﺳَﺄَﻟْﺖَ ﻓَﺎﺳْﺄَﻝْ ﺍﻟﻠَّﻪَ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺍﺳْﺘَﻌَﻨْﺖَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪ ”.
“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.
Selanjutnya ilmu tentang cara ibadah, terutama shalat dan cara bersuci. Demi merealisasikan wasiat Nabi
shallallahu’alaihiwasallam untuk para orangtua,
“ ﻣُﺮُﻭﺍ ﺃَﻭْﻟَﺎﺩَﻛُﻢْ ﺑِﺎﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀُ ﺳَﺒْﻊِ ﺳِﻨِﻴﻦَ، ﻭَﺍﺿْﺮِﺑُﻮﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀُ ﻋَﺸْﺮ ”.
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur sepuluh tahun”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albany.
Bagaimana mungkin orangtua akan memerintahkan shalat pada anaknya, jikalau ia tidak mengerti tatacara shalat yang benar. Mampukah orang yang tidak mempunyai sesuatu, untuk memberikan sesuatu kepada orang lain?
Berikutnya ilmu tentang akhlak, mulai adab terhadap orangtua, tetangga, teman, tidak lupa adab keseharian si anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain.
Dalam hal ini Nabi
shallallahu’alaihiwasallam mempraktekkannya sendiri, antara lain ketika beliau bersabda menasehati seorang anak kecil,
“ ﻳَﺎ ﻏُﻠَﺎﻡُ ﺳَﻢِّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻛُﻞْ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻚَ ”.
“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah.
Yang tidak kalah pentingnya adalah: ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.

Andai ini hari terakhirku



Andai Ini Hari Terakhirku

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌷Buat sekujur jasad ini yang tak selamanya ada. 
Buat lisan ini yang selamanya tak mampu bicara. 
Buat jiwa ini yang tak selamanya bersemayam di dalam dada. 

🌷Ia bakal berlalu pergi tinggalkan kehidupan. 
Hanya goresan nama yang tertera di sebuah nisan. 

Dan semua tak akan kembali yang ada hanya sesal tak berkesudahan. 

"Ya Rabb, beri aku waktu dan kesempatan sejenak saja. 
Ya Rabb, aku takut seperti kata Sang Nabi: 'Celakah! Celakalah orang yang bertemu dengan bulan ramadhan namun dosanya masih belum diampuni Allah!" HR Ath_Thabrani

🌷Andai ini hari terakhirku...
Akan kugenapkan azzamku, betapapun rasa berat menghantuiku, dan rasa malas yang melenakanku. 

🌷Andai ini hari terakhirku...
Aku ingin menempatkan diriku dalam nasihat Imam Syafi'

"Kita adalah pemburu surga dan buronan neraka. 
Sungguh menakjubkan jika masih bisa bersantai dalam perjalanannya menuju keinsyafan. 

🌷Andai ini hari terakhirku...
Tentu shalatku akan kupelihara, kulakukan dengan penuh khusyu' lagi tawadhu'. 

Malam pun kan kusibukkan dengan tarawih, Qiyamullail, bertahajud, bertilawah, bersedekah, juga memperbaiki ukhuwah. 

🌷Andai ini hari terakhirku...
Berharap semua amal kan menjadi bekal terbaik untuk menghadap Nya. 

Hingga raih kemudahan kala melakukan perjalanan menuju kehidupan yang baka. 

Wallahu musta'an