Khalil Gibran
Anakmu bukanlah anakmu
Mereka adalah putra-putri Kehidupan yang merindu.
Mereka terlahir melaluimu, tetapi tidak berasal darimu.
Mereka ada bersamamu tapi bukanlah milikmu.
Engkau bisa memberi mereka cintamu, tetapi bukan pikiranmu. Karena mereka punya pikiran mereka sendiri.
Engkau bisa membuatkan rumah untuk tubuh mereka, namun jiwa mereka merdeka.
Karena jiwa mereka tinggal di rumah masa depan, yang tidak bisa kau kunjungi, bahkan dalam mimpimu sekalipun.
Engkau boleh menjadi seperti mereka, tapi jangan memaksa mereka menjadi sepertimu, karena kehidupan tidak pernah berjalan mundur, tidak pula akan terulang.
Engkau adalah busur panah, yang darinya anak-anakmu akan meluncur ke masa depan.
Sang Pemanah menarikmu dengan keagungan-Nya agar anak panah bisa melesat jauh menuju keabadian.
Melengkunglah dengan bahagia di tangan Sang Pemanah
Karena meskipun Dia mencintai anak panah yang melesat, Dia mencintai pula busur yang kuat dan tenang.
Monday, 25 April 2016
apakah Allah Mencintaiku
apakah Allah Mencintaiku...?
Syeikh Ali Musthafa Thanthawi -rahimahullah- pernah berkata:
"Apakah Allah mencintaiku?"
Pertanyaan ini terus mengusikku!
Aku teringat bahwa kecintaan Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya hadir karena beberapa sebab dan sifat yang disebutkan didalam al Quran al Karim..
Aku membalikkannya kedalam memoriku, untuk membandingkan apakah diriku sudah seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur'an, agar aku dapat menemukan jawaban atas pertanyaanku itu.
Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang bertakwa" dan aku tidak berani menganggap diriku bagian dari mereka (yang bertakwa)..!
Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang sabar" maka aku teringat betapa tipisnya kesabaranku...!
Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berjihad" maka aku pun tersadar akan kemalasanku dan rendahnya perjuanganku... !
Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berbuat baik" Betapa jauhnya diriku dari sifat ini.
Saat itulah aku berhenti meneruskan pencaharian dan pengamatanku : Aku takut bila nanti aku tidak menemukan sesuatu pun didalam diriku yang dapat menyebabkan Allah mencintaiku !
Aku periksa semua amal-amalku....
Ternyata di dalamnya banyak yang bercampur dengan kemalasan/ kelemahan, kotoran-kotoran dan dosa-dosa. seketika itu terbersitlah dalam ingatanku firman Allah Ta'ala :
( إنّ الله يحب التوابين )
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat."
Seakan-akan aku menjadi faham bahwa ayat itu adalah untuk diriku dan orang-orang yang sepertiku, seketika mulutkupun mulai komat-kamit membaca:
أستغفر الله وأتوب إليه
أستغفر الله وأتوب إليه
أستغفر الله وأتوب إليه
Astaghfirullah wa Atuubu ilaihi
"Aku memohon ampunan Allah dan aku bertaubat kepada Nya".
Diterjemahkan dari: www.mktaba.org
Ustadz Aan Chandra Thalib
@kajianislam
Syeikh Ali Musthafa Thanthawi -rahimahullah- pernah berkata:
"Apakah Allah mencintaiku?"
Pertanyaan ini terus mengusikku!
Aku teringat bahwa kecintaan Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya
Aku membalikkannya kedalam memoriku, untuk membandingkan apakah diriku sudah seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur'an, agar aku dapat menemukan jawaban atas pertanyaanku itu.
Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang bertakwa" dan aku tidak berani menganggap diriku bagian dari mereka (yang bertakwa)..!
Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang sabar" maka aku teringat betapa tipisnya kesabaranku...!
Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berjihad" maka aku pun tersadar akan kemalasanku dan rendahnya perjuanganku...
Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berbuat baik" Betapa jauhnya diriku dari sifat ini.
Saat itulah aku berhenti meneruskan pencaharian dan pengamatanku : Aku takut bila nanti aku tidak menemukan sesuatu pun didalam diriku yang dapat menyebabkan Allah mencintaiku !
Aku periksa semua amal-amalku....
Ternyata di dalamnya banyak yang bercampur dengan kemalasan/
( إنّ الله يحب التوابين )
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat."
Seakan-akan aku menjadi faham bahwa ayat itu adalah untuk diriku dan orang-orang yang sepertiku, seketika mulutkupun mulai komat-kamit membaca:
أستغفر الله وأتوب إليه
أستغفر الله وأتوب إليه
أستغفر الله وأتوب إليه
Astaghfirullah wa Atuubu ilaihi
"Aku memohon ampunan Allah dan aku bertaubat kepada Nya".
Diterjemahkan dari: www.mktaba.org
Ustadz Aan Chandra Thalib
@kajianislam
do'a yang indah untuk berterimakasih pada Alloh
Kita belajar lagi....
Insya Allah manfaat...
🌾Jangan ucapkan "0k"
👉ucapkan "Insya Allah"
اِنْ شَآ ءَ اللَّهُ
🌾Jangan ucapkan "wow"
👉ucapkan "SubhanAllah"
سُبْحَانَ اللهُ
🌾Jangan ucapkan "hebat"
👉ucapkan "Masya Allah"
مَاشَآءَاللّهُ.
🌾Jangan ucapkan "saya baik2 saja"
👉ucapkan "Allhamdulillah "
الْحَمْدُ لِلَّهِ
🌾Jangan ucapkan "Terimakasih"
👉ucapkan "Jazaka(ki,kumu )llahu Khairan"
جَزَاك اللهُ خَيْرًا
🌾Jangan ucapkan "Hati2 ya...sampai jumpa"
👉ucapkan "Fii Amanillah"
فِي أَمَانِ الله
🌾Jangan ucapkan "Hello"
👉ucapkan "Assalamu alaikumwarahmat ullah"
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
🌾Doa yg indah untuk
berterima kasih pada Allah pada semua kesempatan.
"allahumma a'inni
'ala dzikrika wa syukrika
wa husni 'ibadatika"
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Insya Allah manfaat...
🌾Jangan ucapkan "0k"
👉ucapkan "Insya Allah"
اِنْ شَآ ءَ اللَّهُ
🌾Jangan ucapkan "wow"
👉ucapkan "SubhanAllah"
سُبْحَانَ اللهُ
🌾Jangan ucapkan "hebat"
👉ucapkan "Masya Allah"
مَاشَآءَاللّهُ.
🌾Jangan ucapkan "saya baik2 saja"
👉ucapkan "Allhamdulillah
الْحَمْدُ لِلَّهِ
🌾Jangan ucapkan "Terimakasih"
👉ucapkan "Jazaka(ki,kumu
جَزَاك اللهُ خَيْرًا
🌾Jangan ucapkan "Hati2 ya...sampai jumpa"
👉ucapkan "Fii Amanillah"
فِي أَمَانِ الله
🌾Jangan ucapkan "Hello"
👉ucapkan "Assalamu alaikumwarahmat
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
🌾Doa yg indah untuk
berterima kasih pada Allah pada semua kesempatan.
"allahumma a'inni
'ala dzikrika wa syukrika
wa husni 'ibadatika"
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
do'a pagi ini
🍀Doa Pagi ini 🍀
🌏🌞🌞🌞🌞🌞🌎
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
🌾🌾🌾Ya Allah...
Jika hari ini ada diantara kami...
Yang sedang sakit...
Mohon angkatlah penyakitnya ya Allah...
Berikanlah kesembuhan untuknya...
Karena hanya Engkau lah yang Maha Menyembuhkan...
🌷🌷🌷 Ya Allah...
Jika hari ini ada diantara kami...
Yang kesulitan Rizki
Mohon mudahkanlah dan bukalah Jalan Rizki nya ya Allah...
Karena hanya Engkau Sang Maha Pemberi Rezeki...
🌸🌸🌸 Ya Allah...
Jika hari ini ada diantara kami...
Yang hatinya sedang susah dan bersedih, menerima dan menghadapi ujian-Mu... Mohon Kuatkanlah ia untuk bisa bertahan dan bersabar...
Dan hiburlah ia dengan penuh Karunia-Mu...
Karena janji-Mu yang tak pernah Kau ingkari...
Setelah Kesusahan ada Kemudahan...
🌹🌹🌹Ya Allah...
Jika hari ini ada diantara kami...
yang sedang ada benih-benih sakit hati di hatinya...
Sombong, Iri hati, Dengki dan Dusta...
Mohon Bersihkan dan Sucikanlah ya Allah...
🌼🌼🌼 Ya Allah...
Mohon Ampunilah segala Dosa dan Khilaf kami...
Pun jika sampai hari ini ada diantara kami, yg merasa tersakiti dan terdzolimi kesalahan kami yang disengaja atau pun yang tidak disengaja...
Bukakanlah pintu hatinya...
Agar bisa memaafkan kami...
🍃
Tak Perlu Istana untuk Menuju Surga
📌Tak Perlu Istana untuk Menuju Surga📌
Jika seandainya kemuliaan keluarga terletak pada keindahan rumah, maka Rasulullah sudah mendirikan istana. Umar bin Khattab dengan kekuasaan terbentang membuat singgasana permata bertaburkan zamrud mutiara. Tapi.. manusia manusia terbaik nan mulia, tak menempatkan keluarga mereka dalam istana. Rumah sederhanalah menjadi tempat tumbuh kembang anggota keluarga mereka, namun penuh siraman yang menyuburkan iman.
Seperti halnya dalam rumah Abu Bakar yang sederhana, beliau menyiapkan tempat untuk sholat, mengaji, membaca berbagai ilmu. Dan dari rumah sederhana ini muncullah Aisyah, Asma dan Abdullah.
Rumah yang baik adalah rumah yang didatangi malaikat, yaitu memiliki mihrab. Rumah bermihrab akan menjadi rumah yang menyenangkan meski jauh dari kemewahan. Tidak ada desain arsitektur gaya eropa atau mediterania..
Mihrab adalah tempat seorang hamba bersujud, tempat membaca Al Qur'an. Mihrab adalah tempat private seseorang bermunajat kepada Allah, meminta dan memanjatkan segala harap, memohon petunjuk dari setiap kesulitan, memohon kekuatan atas setiap musibah.
Perhatikan bagaimana makaikat datang menemui Nabi Zakariya yang dikisahkan dalam QS Ali Imran ayat 39: "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab...." Malaikat datang mengabarkan berita gembira tentang bakal kelahiran seorang putra dari istrinya yang tua.
Malaikat datang menemui Maryam di mihrabnya " Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya... " (QS Ali Imran ; 37).
Karenanya adakah mihrab dalam rumah kita? Tempat sholat jamaah, tempat mengkaji Al Qur'an, tempat saling mendekatkan antar ayah dengan istri, antar orang tua dengan anak.
Niscaya, saat setiap rumah memiliki mihrab maka setiap rumah penuh cahaya Al Qur'an. Dan dari setiap rumah akan lahir generasi dengan dada penuh Al Qur'an. Jika Al Qur'an sudah hidup dalam setiap rumah, masyarakatnya pun menjadi masyarakat yang berlimpah dengan berkah.
Jika seandainya kemuliaan keluarga terletak pada keindahan rumah, maka Rasulullah sudah mendirikan istana. Umar bin Khattab dengan kekuasaan terbentang membuat singgasana permata bertaburkan zamrud mutiara. Tapi.. manusia manusia terbaik nan mulia, tak menempatkan keluarga mereka dalam istana. Rumah sederhanalah menjadi tempat tumbuh kembang anggota keluarga mereka, namun penuh siraman yang menyuburkan iman.
Seperti halnya dalam rumah Abu Bakar yang sederhana, beliau menyiapkan tempat untuk sholat, mengaji, membaca berbagai ilmu. Dan dari rumah sederhana ini muncullah Aisyah, Asma dan Abdullah.
Rumah yang baik adalah rumah yang didatangi malaikat, yaitu memiliki mihrab. Rumah bermihrab akan menjadi rumah yang menyenangkan meski jauh dari kemewahan. Tidak ada desain arsitektur gaya eropa atau mediterania..
Mihrab adalah tempat seorang hamba bersujud, tempat membaca Al Qur'an. Mihrab adalah tempat private seseorang bermunajat kepada Allah, meminta dan memanjatkan segala harap, memohon petunjuk dari setiap kesulitan, memohon kekuatan atas setiap musibah.
Perhatikan bagaimana makaikat datang menemui Nabi Zakariya yang dikisahkan dalam QS Ali Imran ayat 39: "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab...." Malaikat datang mengabarkan berita gembira tentang bakal kelahiran seorang putra dari istrinya yang tua.
Malaikat datang menemui Maryam di mihrabnya " Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya... " (QS Ali Imran ; 37).
Karenanya adakah mihrab dalam rumah kita? Tempat sholat jamaah, tempat mengkaji Al Qur'an, tempat saling mendekatkan antar ayah dengan istri, antar orang tua dengan anak.
Niscaya, saat setiap rumah memiliki mihrab maka setiap rumah penuh cahaya Al Qur'an. Dan dari setiap rumah akan lahir generasi dengan dada penuh Al Qur'an. Jika Al Qur'an sudah hidup dalam setiap rumah, masyarakatnya pun menjadi masyarakat yang berlimpah dengan berkah.
Apa itu penyakit alzeimer
Apa Alzeimer ?
Kisah Nyata
"CERITA DARI TEMAN BAIK"
Aku adalah seorang yg sudah Tua ,di Usia seperti aku ini, pasti banyak menyandang sakit/
bukan saja tidak bisa mengatur/
Seorang dokter, mengajarinya satuseri grakan SENAM LIDAH, konon tidak cuma bisa mencegah Alzeimer, juga bisa menurunkan:
Berat Badan, Hypertansi, Penyumbatan Pembuluh Darah Otak, Ashma, Rabun jauh, Telinga mendengung, Infeksi Tenggorokan, Infeksi Pundak, Insomia (sulit tidur ), dll.
Anakku bilang bahwa gerakannya sangat mudah, cukup dengan setiap pagi setelah membasuh muka didepan cermin, JULURKAN LIDAH dan MENARIK KEMBALI sebanyak 10X,
Selanjutnya JULURKAN LIDAH, lalu digerakan ke kanan dan kiri sebanyak 10X,
Cukup.Sejak itu aku melakukan senam lidah setiap hari, menurut yg diberitahu oleh anakku.Kami mempraktekkanny
juga memperbaiki cara gerakan senam lidah dari pengalaman kami, latihan bertahan lebih dari setahun, dan membuahkan hasil, tidak hanya Otak menjadi lebih Jernih dan Segar, Rabun Jauh, Kepala Pusing, Problem Pencernakan,
Mudah Pilek dll yang selama ini ku derita, semuanya menjadi lebih ringan penderitaannya,
catatan redaksi :
Senam Lidah mencegah Alzeimer ada dasarnya,
Dari penelitian Ilmu Kedokteran, syaraf lidah berhubungan dengan Otak Besar, saat badan kita menjadi tua dan lemah, tanda2 yg muncul terlebih dahulu adalah Lidah menjadi kaku dan kadang lidah suka tergigit sendiri
Maka, sering menggerakan lidah dengan Senam Lidah, akan men Stimulasi ( memberi kejutan positive ) Otak Besar, mencegah Otak Mengecil, dan mencapai tujuan kita menyehatkan Tubuh kita.
kami harapkan kepada semua teman2 kami yg sudah Usia Tinggi/Lanjut sudi kiranya dengan Rutin setiap hari melakukannya.
Senam Lidah ketepatan Hasilnya 95%....100%
Alangkah Bahagianya Kita bisa barbagi kepada banyak orang
Masih Selalu Ada
Masih Selalu Ada
Oleh: Rochma Yulika
Mari kita segera berdzikir kala hati merasa getir.
Mari kita segera bersujud kala pikiran terasa kalut.
Mari segera berdoa kala hati terasa hampa.
Dan mari segera tilawah kala jiwa mulai resah.
Tenangkan hati dengan shalat.
Tenangkan jiwa dengan memperbanyak shalawat.
Masih ada subuh yang kan buat hati meneguh.
Masih ada dhuhur yang kan buat hati banyak bersyukur.
Masih ada ashar yang kan buat hati semakin tegar.
Masih ada maghrib yang kan melahirkan jiwa-jiwa laksana rahib.
Dan masih ada isya' agar jiwa makin dekat dengan yang Maha Kuasa.
Ada tahajud bagi pecinta sujud.
Ada dhuha bagi pemburu pahala.
Ada tilawah bagi siapa saja yang ingin meraup berkah.
Ada puasa bagi pribadi yang mendamba hidup mulia.
Ada ukhuwah bagi para perindu Jannah.
Banyak aktivitas yang membuat diri semakin pantas.
Banyak amalan yang membuat kita raih keselamatan.
Tinggal bagaimana menata diri untuk senantiasa menuju ridha Ilahi.
Agar kelak menjadi layak mendapat kebahagiaan sejati.
Fudhail bin Iyadh rahimahumullah pernah mengatakan, "Banyak orang mempunyai mata, tapi pandangan hatinya redup. Banyak yang memiliki ketajaman lisan, tapi hatinya tidak bersinar. Banyak yang melakukan dosa dalam makanan, hingga ia terhalang untuk melakukan shalat malam, dan sulit mengecap kenikmatan dalam bermunajat pada Allah."
Wallahu musta'an
Oleh: Rochma Yulika
Mari kita segera berdzikir kala hati merasa getir.
Mari kita segera bersujud kala pikiran terasa kalut.
Mari segera berdoa kala hati terasa hampa.
Dan mari segera tilawah kala jiwa mulai resah.
Tenangkan hati dengan shalat.
Tenangkan jiwa dengan memperbanyak shalawat.
Masih ada subuh yang kan buat hati meneguh.
Masih ada dhuhur yang kan buat hati banyak bersyukur.
Masih ada ashar yang kan buat hati semakin tegar.
Masih ada maghrib yang kan melahirkan jiwa-jiwa laksana rahib.
Dan masih ada isya' agar jiwa makin dekat dengan yang Maha Kuasa.
Ada tahajud bagi pecinta sujud.
Ada dhuha bagi pemburu pahala.
Ada tilawah bagi siapa saja yang ingin meraup berkah.
Ada puasa bagi pribadi yang mendamba hidup mulia.
Ada ukhuwah bagi para perindu Jannah.
Banyak aktivitas yang membuat diri semakin pantas.
Banyak amalan yang membuat kita raih keselamatan.
Tinggal bagaimana menata diri untuk senantiasa menuju ridha Ilahi.
Agar kelak menjadi layak mendapat kebahagiaan sejati.
Fudhail bin Iyadh rahimahumullah pernah mengatakan, "Banyak orang mempunyai mata, tapi pandangan hatinya redup. Banyak yang memiliki ketajaman lisan, tapi hatinya tidak bersinar. Banyak yang melakukan dosa dalam makanan, hingga ia terhalang untuk melakukan shalat malam, dan sulit mengecap kenikmatan dalam bermunajat pada Allah."
Wallahu musta'an
Subscribe to:
Posts (Atom)