Saturday, 23 January 2016

Ibu penjual kerupuk "Menampar hati"

Suatu hari saya berkeliling sekitar kampus UIN Jakarta sekitar pukul 20.10 mencari makanan untuk memenuhi panggilan perut. Ketika saya melintasi jalan di depan kampus UIN Jakarta, saya melihat seorang ibu-ibu setengah baya sedang berjalan sambil menenteng kerupuk yang digantungkan dipundaknya. Saya sangat kasian melihatnya karena hari itu waktu sudah malam dan barang dagangannya masih banyak yang belum terjual. Lalu saya memanggil ibu itu dan berhenti di depannya.

Saya : Bu, tunggu bu.
Saya : Bu, kerupuk 1 bungkusnya berapa ?
Ibu : 15 ribu, de.
Saya : Beli 2 bungkus ya, bu.
Ibu : Iya ambil aja, de.
Saya : Ini uangnya, bu.
Ibu : Iya, de.
Ibu : 2 bungkus jadi 30 ribu ya, de ?
Saya : Iya, bu.

Lalu ibu itu sibuk meraba-raba tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang, awalnya saya santai aja melihatnya sambil menunggu uang kembaliannya, tapi saya hearan ketika melihat ibu itu terus mengeluarkan uang dan hampir semuanya dikeluarkan.
Ibu : Uangnya barusan berapa, de ?
Saya : 50 ribu, bu.
Ibu : Ini ambil aja kembaliannya, de.

Dari sana saya terkejut dan bengong seketika. Astagfirullah ternyata ibu ini tidak bisa melihat. Lamunan saya langsung buyar ketika ibu itu memanggil saya.

Ibu : De sudah diambil kembaliannya ?
Saya : Belum, bu.
Ibu : Ambil aja de kembaliannya ?

Lalu saya dengan reflek langsung menanyai ibu itu.

Saya : Bu gimana kalo saya ngasihin uangnya 10 ribu, terus saya ngambil uang kembaliannya 50 ribu. Kan ibu ga tau berapa uang yang saya kasih dan berpa yang saya ambil kembaliannya, nanti ibu bisa rugi dong ?
Ibu : Hanya Allah lah yang tau rezeki setiap orangnya, de. Kalau hari sekarang ibu harus rugi, ibu yakin hari berikutnya Allah pasti akan nyiapain rezeki lain buat ibu.

Subhanallah, mendengar penjelasan ibu itu, bulu kuduk saya langsung merinding dan hati saya serasa diiris-iris. Yang tadinya saya menunggu uang kembalian dari ibu itu, saya langsung mengurungkan niat saya untuk mengambil kembaliannya.

Ibu : De sudah diambil kembaliannya ?
Saya : Simpan aja kembaliannya bu, hari ini Allah udah mempersiapkan rezeki buat ibu.
Ibu : Alhamdu lillah, makasih ya de, semoga Allah membalas kebaikanmu, de.
Saya : Amin, saya pulang ya, bu.
Ibu : Iya, de.

Lebih baik berusaha daripada meminta-minta. Sebab Allah akan memberikan rezeki kepadanya bagi orang yang mau berusaha.

Karya rezky fathi

No comments:

Post a Comment