Saturday, 23 January 2016

Mencintai adalah juga soal menemukan sudut pandang

Yang sering luput kita sadari dalam 'mencintai' adalah bahwa harapan-harapan yang kita reka dalam kepala kadangkala mengacaukan sudut pandang kita.
Misalnya dalam hubungan rumah tangga atau relasi kita dengan orangtua. Sebagai manusia, tentu kita ingin dicintai dengan cara tertentu, tergantung imajinasi masing-masing. Sayangnya, orang lain, suami atau orangtua, misalnya, mungkin mencintai kita dengan cara yang berbeda.
Jika hal itu terjadi, mungkin kita kecewa, kita merasa hidup kita tidak bahagia, atau membuat kita mengandaikan 'kehidupan yang lain' yang sama sekali tidak kita miliki. Padahal, jika kita sadar: Hanya karena seseorang tidak mencintaimu seperti cara yang kamu inginkan, tidak berarti ia tidak memberikan segala yang terbaik yang dimilikinya untukmu!
Maka, di sini, cinta selalu memerlukan banyak sudut pandang: Seandainya engkau bisa tahu seberapa besar dan seberapa dalam perasaan seseorang dalam mencintaimu, kau akan kehilangan semua cara untuk mengucap syukur dan terima kasih.
Mari memberi jarak pada harapan yang berlebihan, karena seringkali harapan-harapan adalah pengalih perhatian, bukan?

No comments:

Post a Comment