Saturday, 7 November 2015

FILOSOFI KOPI

FILOSOFI KOPI

Dira memprotes Sanni yg memberi Gula pada secangkir kopi hitamnya.
“Mengapa?”, Tanya Sanni.
Dira: “Tau gak, bahwa tujuan dari kopi ini dibuat selain utk dinikmati keharumannya jg utk dinikmati rasa pahitnya... Sejak awal kopi di tanam, di rawat, bertahan dari sengatan matahari & guyuran hujan, sampai pada pertempuran melawan hama & binatang lainnya, supaya ia bisa jadi pahit. Ia di giling, di lindas, di keringkan, di gerus menjadi bubuk & tersaji di depan kita ini, adalah perjuangan utk menjadi pahit.
Dan sekarang…, setelah sekian panjang perjuangan itu, engkau membubuhinya dgn gula agar terasa manis?”
Memang tdk semua org suka kopi pahit. Tapi ada ungkapan, seorang penikmat kopi sejati tdk akan pernah mencampur kopinya dgn rasa lain. Dia akan menikmati kopi dgn rasa pahitnya. Rasa pahit itulah yg membuatnya di sebut kopi.
Banyak orang berdoa agar TUHAN melepaskan kepahitan hidup yg sdg mereka alami, spti org yg hendak memberi gula pada secangkir kopi pahit. Bahagia bagi mrk adalah ketika tdk ada kepahitan dlm hidup mrk.
Tetapi apa mungkin hidup tanpa kepahitan?
Nyatanya setiap org punya kepahitannya sendiri & nyatanya kita tdk bisa lari dari rasa pahit, bukan karena tdk mampu, tetapi karena tdk ada sejengkal tempatpun di atas muka bumi ini yg terbebas dari kepahitan.
Sesungguhnya, Rasa pahit adalah salah satu fondasi kehidupan, Dgn adanya rasa pahit, rasa yg biasa2 pun akan terasa manis. Mari kita berdoa bukan agar selamanya terhindar dari rasa pahit hidup, tapi kekuatan utk mengatasi rasa pahit tsb.
"The roots of education are bitter, but the fruit is sweet." Aristotle
Have a GREAT day

No comments:

Post a Comment