Monday, 9 November 2015

seni menata hati


Seni Menata Hati
Oleh: Rochma Yulika


Belajar mengolah jiwa agar diri menjadi pribadi mulia.
Tak perlu mudah merasa sakit bila ada rasa yang menghimpit.
Tak perlu merasa merana bila jiwa kita sedang terluka.
Tak perlu larut dalam kesedihan bila diri berada dalam kesempitan.

Allah atur segalanya.
Semua peristiwa tak luput dari rencana-Nya.
Bahkan hingga tertusuknya jari oleh duri pun Allah ada dalam ketetapan-Nya.

Begitu pula kala kita sebagai manusia dalam menjalani hidup ini.
Terkadang tak pernah sepi dari caci maki.
Bahkan cercaan pun hadir tak terelakkan.

Ketika kita menjadi baik bukan berarti akan jauh dari kedengkian atau ejekan.
Semua bisa saja hadir silih berganti menyapa hari-hari kita.

Tak perlu sedih berkepanjangan, lantaran waktu tak pernah menunggu kita.
Segera bangkit dan bergeraklah, niscaya Allah akan berikan jalan-jalan kemudahan.

Dr Aidh Al Qarni mengajak kita merenung:

"Jangan pernah membalas cercaan dan olok-olok yang melukai hati kita!
Karena kesabaranmu dalam menghadapi semua itulah yang akan dengan sendirinya akan menguburkan semua kehinaan.

Kesabaran adalah sumber kemuliaan, diam adalah sumber kekuatan untuk mengalahkan musuh, dan memaafkan adalah sumber dan tangga untuk mencapai pahala dan kemuliaan.

Ingat, separoh dari orang yang pernah mencerca mereka, sepertiganya tidak sadar dengan apa yang mereka lontarkan, dan selebihnya tidak akan mengerti apa dan mengapa mereka mencerca kita.

Maka dari itu, jangan pernah cercaan itu kita masukkan ke dalam hati dan jangan pula berusaha untuk membalas apa yang mereka katakan."

Wallahu musta'an


Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/79/29/10/2015
oaseodoj@gmail.com

No comments:

Post a Comment