Tuesday, 4 August 2015

masa lalu

Aku takkan mungkin bisa mengembalikan sungai ke mata airnya. Kita tak mungkin bisa mengembalikan matahari ke tempat terbitnya. Dan kita juga tak mungkin bisa mengembalikan bayi ke perut ibunya. Apalagi berusaha menjernihkan sesuatu yang keruh yang telah terjadi di masa lampau

Jika kita terus berkutat dengan peristiwa masa lalu niscaya kita akan terlempar dalam jurang penderitaan. Larut dalam kepedihan masa lalu hanya akan merugikan waktumu yang sekarang dan yang akan datang.

Tenggelam dalam kesedihan hanya akan memporak-porandakan segala kemampuan yang engkau miliki. Waktumu akan terbuang percuma, semangatmu akan lemah dan masa depanmu terancam.

Peristiwa masa lalu hanya perlu kita jadikan pelajaran, bukan sebagai racun yang mematikan.

Karena itu, ketika menyebutkan  peristiwa-peristiwa yang dialami oleh umat-umat terdahulu Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan :

" Itu adalah umat yang telah lalu. Baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan. dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al - Baqarah : 141)

Peristiwa dan urusan umat - umat terdahulu telah berakhir dan selesai. Maka tidak perlu lagi mengorek-ngorek ataupun merekam ulang roda sejarah masa silam.

Jika ingin bahagia, kita harus yakin bahwa semua kebaikan ataupun keburukan yang kita alami di masa lalu merupakan ketetapan Allah. Semua yang telah terjadi adalah yang terbaik menurut ilmu Allah.

#AkuSudahHijrah dan InsyaAllah istiqomah.


***

Simak pula "La Tahzan, Jangan Bersedih.."
📣 http://ayo.dakwah.in/1FNuAOt

Berdakwah @ LINE
🌐 www.berdakwah.net
💻 blog.berdakwah.net
📣 radio.berdakwah.net

No comments:

Post a Comment